Konten dari Pengguna

Mahasiswa Gizi FKM Unhas Bangun Kolaborasi Atasi Masalah Gizi di Mangallekana

EBL Mangallekana 2024

EBL Mangallekana 2024

Evidence Based Learning (EBL), Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas)

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari EBL Mangallekana 2024 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Bersama dengan Lurah dan Staff Kelurahan Mangallekana serta Dosen Ibu Dr. Healthy Hidayanty S.KM., M.Kes., Dietisien pada kegiatan EBL 1 di Baruga Kantor Kelurahan Mangallekana Kabupaten Pangkep, Jumat (30/01/2026). Foto Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Bersama dengan Lurah dan Staff Kelurahan Mangallekana serta Dosen Ibu Dr. Healthy Hidayanty S.KM., M.Kes., Dietisien pada kegiatan EBL 1 di Baruga Kantor Kelurahan Mangallekana Kabupaten Pangkep, Jumat (30/01/2026). Foto Dokumentasi Pribadi.

Sebagai rangkaian kegiatan Evidence Based Learning (EBL) 1, Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar dua agenda utama, yakni seminar awal yang dilaksanakan pada Rabu (21/01/2026) dan seminar akhir pada Jumat (30/01/2026) di Kelurahan Mangallekana, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan.

Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Bersama dengan Liurah dan Staff Mangallekana serta Kepala Puskesmas dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangallekana di Baruga Kantor Kelurahan Mangallekana Kabupaten Pangkep, Rabu (21/01/2026). Foto Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin Bersama dengan Liurah dan Staff Mangallekana serta Kepala Puskesmas dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangallekana di Baruga Kantor Kelurahan Mangallekana Kabupaten Pangkep, Rabu (21/01/2026). Foto Dokumentasi Pribadi

Seminar awal difokuskan pada pemaparan rencana kegiatan serta penjelasan tahapan pelaksanaan EBL kepada seluruh pemangku kepentingan. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan EBL dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu pendataan langsung ke rumah warga untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dan sosial lingkungan, pengukuran status gizi masyarakat, pelaksanaan intervensi kesehatan dan gizi berdasarkan hasil analisis data, serta tahap evaluasi untuk menilai efektivitas program yang telah dijalankan.

Setelah pelaksanaan seminar awal, mahasiswa melaksanakan kegiatan lapangan selama kurang lebih dua minggu. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pendataan secara bertahap di seluruh wilayah Kelurahan Mangallekana, yang mencakup RW 1 hingga RW 7. Kegiatan pendataan dilakukan dengan metode kunjungan langsung ke rumah warga untuk mengumpulkan data terkait kondisi kesehatan, status gizi, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, serta aspek sosial ekonomi masyarakat. Pendataan dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan di setiap RW guna memastikan data yang diperoleh bersifat menyeluruh dan representatif.

Sementara itu, seminar akhir menjadi forum penyampaian hasil pendataan dan temuan lapangan yang diperoleh mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Dalam seminar ini, mahasiswa menyoroti sejumlah permasalahan utama yang ditemukan di Kelurahan Mangallekana, khususnya terkait pengelolaan dan kebersihan sampah, kondisi kesehatan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan anak-anak, serta aspek ketahanan pangan masyarakat yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan keluarga.

Menanggapi pemaparan tersebut, Lurah Mangallekana menyoroti tingginya angka stunting di wilayahnya yang menempati peringkat kedua tertinggi di Kecamatan Labakkang. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya keterbatasan akses layanan kesehatan serta permasalahan lingkungan.

Selain isu stunting, lurah juga menyinggung persoalan distribusi sampah yang masih sangat kurang di Kelurahan Mangallekana. Menurutnya, pengelolaan sampah yang belum optimal berpotensi memengaruhi kesehatan lingkungan dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa EBL Unhas di Mangallekana. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya membantu pemetaan masalah stunting, tetapi juga dapat memberikan rekomendasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk terkait kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah,” ujar Lurah Mangallekana.

Melalui rangkaian seminar awal dan seminar akhir ini, mahasiswa Evidence Based Learning (EBL) 1, Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) tidak hanya memaparkan rencana dan hasil kegiatan, tetapi juga membuka ruang diskusi bersama pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal yang konkret dalam memahami permasalahan gizi secara berkelanjutan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Mangallekana.