Krisis Air Bersih: Ancaman Nyata yang Terus Mengintai Indonesia

Mahasiswa universitas Katolik Santo Thomas medan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Edija Manullang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh,Steavent joan parsaoran panjaitan,mahasiswa fakultas ilmu komputer universitas katolik ssnto thomas medan.
Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia. Namun ironis, di negara kepulauan seperti Indonesia yang dikelilingi laut dan memiliki ratusan sungai, akses terhadap air bersih justru menjadi persoalan besar yang belum terselesaikan. Banyak daerah mengalami krisis air, dari perkotaan hingga pelosok desa.
Menurut data BPS dan Kementerian PUPR, hingga tahun 2024, sekitar 10 juta rumah tangga di Indonesia masih kesulitan mendapatkan akses air minum layak. Di beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Jakarta Utara, masyarakat harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan beberapa ember air bersih.
Krisis air bersih ini disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan:
1. Pencemaran Lingkungan: Banyak sungai tercemar limbah industri, rumah tangga, dan pertanian, menjadikan air tidak layak konsumsi.
2. Krisis Iklim: Perubahan pola hujan dan kekeringan ekstrem menyebabkan sumur dan sumber air mengering lebih cepat.
3. Tata Kelola yang Buruk: Minimnya infrastruktur air bersih, kurangnya pengawasan, serta ketimpangan distribusi menjadi penyebab utama.
4. Alih Fungsi Lahan: Hutan sebagai penopang sumber mata air banyak yang beralih menjadi lahan tambang dan permukiman.
Tanpa air bersih, risiko kesehatan meningkat. Wabah diare, infeksi kulit, hingga stunting pada anak banyak terjadi di daerah yang kekurangan air. Di sisi lain, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga produktivitas warga juga terganggu.
Pemerintah perlu mempercepat pembangunan dan perawatan infrastruktur air bersih, terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Edukasi tentang konservasi air, pelestarian hutan, serta pengolahan limbah juga harus menjadi program berkelanjutan.
Selain itu, partisipasi masyarakat penting. Mulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah ke sungai, hemat penggunaan air, dan mendukung gerakan pelestarian lingkungan.
Air adalah sumber kehidupan. Jika kita abai terhadap krisis air bersih hari ini, maka kita sedang mewariskan bencana kepada generasi berikutnya. Saatnya bergerak bersama menjaga sumber daya air Indonesia.
