Optimalisasi Pengawasan Lembaga Pengelola Zakat

Mahasiswa Doktoral Hukum Ekonomi Syariah UII Yogyakarta
Konten dari Pengguna
25 Januari 2023 14:07
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Edo Segara Gustanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi bayar zakat dengan uang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayar zakat dengan uang. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ketika kita menelaah Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 tentang pengawasan Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) maka di dalam pasal 34 berbunyi kurang lebih yang melakukan pengawasan BAZNAS adalah Kementerian (Keuangan, Agama, Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) dan LAZ diawasi oleh BAZNAS Sendiri sedangkan BAZNAS di daerah di awasi oleh Wali kota atau Bupati.
ADVERTISEMENT
Pertanyaannya, sejauh mana efektivitas pengawasan BAZ dan LAZ selama ini? Kita tidak mau tentu kasus ACT (Global Zakat) terulang? Muncul juga pertanyaan, bagaimana pengawasan BAZNAS ke LAZ? Sepemahaman saya, saat ini sifatnya bukan pengawasan tetapi lebih ke pelaporan.
Belum lagi perasaan inferior dari LAZ yang merasa lebih dulu muncul kehadirannya sebelum BAZNAS sehingga enggan untuk diperiksa dan diawasi oleh BAZNAS. Dan dalam banyak hal, sejatinya LAZ tidak sepakat dengan beberapa point yang ada di UU Zakat No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pengawasan Kepatuhan Syariah

Kepatuhan Syariah (shariah compliance) bisa diartikan sebagai “sebuah kondisi di mana seluruh aktivitas dari sebuah institusi keuangan sosial sejalan dengan syariah” atau “kesepadanan dari keseluruhan aktivitas institusi keuangan Islam dengan Syariah Islamiyah sebagaimana yang telah dinyatakan oleh fatwa yang disepakati” atau “bersandarnya dari keseluruhan aktivitas dalam institusi keuangan Islam terhadap syariah Islamiyah.”
ADVERTISEMENT
Definisi ini menunjukkan bahwa kepatuhan syariah adalah sebuah kondisi di mana secara keseluruhan aspek dari institusi keuangan syariah secara penuh melaksanakan kegiatan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah.
Pertanyaan berikutnya, bagaimana pengawasan kepatuhan syariah yang dilakukan oleh Kemenag kepada BAZNAS dan lembaga-lembaga zakat? Yang mempunyai kewenangan dalam melakukan pengawasan kepatuhan syariah selama ini dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Secara teknis, BAZ dan LAZ diminta untuk mengisi form, yang hemat saya hanya sekadar formalitas saja.

Bagaimana dengan Audit Internal?

Ilustrasi zakat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi zakat. Foto: Shutterstock
Jika LAZ berbadan hukum yayasan, maka salah satu bentuk pertanggungjawabannya adalah menyusun laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi (PSAK 45 tentang Organisasi Nirlaba). Juga diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sesuai amanah Undang-Undang Nomor 28 tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan.
Problem di audit internal sendiri adalah persoalan independensi. Kenapa? Karena audit internal dibiayai oleh instansi yang menggunakan jasanya. Belum lagi hasil temuan audit internal biasanya tidak difollow up dengan baik, karena tidak ada sanksi jika tidak difollow up.
ADVERTISEMENT
Sebagai penutup, penulis ingin menyampaikan ada banyak problem dalam pembinaan dan pengawasan dalam BAZ dan LAZ. Penulis mengusulkan ada lembaga resmi yang mengawasi BAZ dan LAZ seperti yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bidang perbankan. Atau memunculkan lembaga-lembaga LSM seperti Zakat Watch. Sehingga, baik BAZ dan LAZ tidak melakukan tindakan fraud yang semau-mau menggunakan dana umat untuk operasionalnya. Jika masih banyak penyalagunaan dana umat, maka akan semakin pudar kepercayaan donatur terhadap BAZ dan LAZ.[]
editor-avatar-0
editor-avatar-1
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020