Konten dari Pengguna

5 Obat yang Harus Dihindari Ibu Hamil

U

User Dinonaktifkan

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari User Dinonaktifkan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat badan nyeri, Anda bisa minum paracetamol yang bisa dibeli di apotek. Namun saat hamil, minum obat-obatan tanpa resep tidak semudah itu. Anda harus ekstra hati-hati karena dikhawatirkan kandungan obat bisa menyakiti bayi. Berikut beberapa obat yang harus dihindari saat hamil:

5 Obat yang Harus Dihindari Ibu  Hamil
zoom-in-whitePerbesar

1. Aspirin

Jika Anda mengalami sakit kepala atau nyeri badan saat hamil, Anda sebaiknya menghindari aspirin. Meskipun jadi obat yang mudah ditemukan, aspirin jadi salah satu daftar obat yang harus dihindari ibu hamil. Penggunaan aspirin dalam dosis tinggi selama kehamilan dapat berisiko menyebabkan keguguran atau abrupsi plasenta.

2. Ibuprofen

Saat hamil, Anda tidak direkomendasikan untuk menggunakan ibuprofen untuk mengatasi meriang atau nyeri tubuh. Minum ibuprofen saat kehamilan bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Bayi bisa mengalami masalah jantung, berkurangnya jumlah cairan ketuban, atau keguguran. Anda boleh menggunakan obat ini, hanya jika benar-benar disarankan oleh dokter.

3. Isotretinoin

Jenis obat ini sering digunakan untuk mengobati jerawat parah. Namun, saat Anda memiliki rencana untuk hamil, penggunaan obat ini harus dihentikan setidaknya 2 bulan. Penggunan isotretinoin harus dihindari ibu hamil karena berisiko membuat bayi dalam kandungan mengalami cacat lahir atau gangguan neurokognitif (gangguan saraf yang berhubungan dengan kemampuan kognitif).

4. Obat antijamur

Infeksi jamur bisa terjadi selama kehamilan, tapi penggunaan beberapa obat antijamur tidak disarankan. Apalagi jika obat tersebut digunakan tanpa pengawasan dari dokter. Penggunaan obat antijamur dikhawatirkan dapat menghambat laju perkembangan janin di dalam kandungan. Kandungan obat tersebut menembus plasenta dan bercampur dengan aliran darah.

5. Antikonvulsan

Obat ini sering diresepkan untuk mengatasi kejang dan menjaga kestabilan sel saraf dalam menerima rangsangan. Antikonvulsan seperti diazepam atau clonazepam, dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau keguguran.