28 Tahun Google: Kenapa Saya Masih Mengandalkannya Setiap Hari?

Mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Pamulang. Suka menulis tentang keseharian, produktivitas, dan hal-hal sederhana yang bermanfaat.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Efita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau ditanya aplikasi apa yang paling sering saya buka untuk mencari sesuatu, salah satu jawaban saya mungkin adalah Google. Mulai dari mencari materi kuliah, mencari tutorial ketika sedang mengerjakan tugas, sampai mencari informasi sederhana yang tiba-tiba membuat penasaran, semuanya sering dimulai dari satu kolom pencarian.
Karena itu, ketika mengetahui Google sudah memasuki usia 28 tahun, saya justru tidak terlalu tertarik hanya melihat perjalanan perusahaannya. Hal yang lebih menarik bagi saya adalah bagaimana Google bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari tanpa terasa.
Dari Mencari Tugas sampai Mencari Hal Random
Sebagai mahasiswa, Google cukup sering membantu saya ketika sedang mengerjakan tugas. Ada kalanya saya tidak memahami suatu materi atau menemukan istilah yang belum pernah saya dengar. Biasanya, hal pertama yang saya lakukan adalah mencarinya di Google.
Tidak selalu langsung mendapatkan jawaban yang saya butuhkan. Kadang saya harus membuka beberapa halaman, membaca penjelasan yang berbeda, lalu membandingkannya.
Dari situ saya merasa bahwa menggunakan mesin pencari sebenarnya bukan hanya soal mengetik pertanyaan dan mendapatkan jawaban. Kita juga harus bisa memilih informasi yang masuk akal dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Menurut saya, kemampuan tersebut justru semakin penting sekarang karena informasi di internet semakin banyak.
Google Sudah Menjadi Kebiasaan
Saya juga menggunakan beberapa layanan Google dalam kegiatan sehari-hari. Google Drive misalnya, cukup membantu ketika harus menyimpan atau mengakses dokumen. Google Maps juga sering digunakan ketika saya ingin mencari lokasi.
Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun, kalau dipikir lagi, banyak aktivitas yang sekarang terasa mudah karena adanya teknologi tersebut.
Dulu mungkin kita harus bertanya kepada orang lain ketika ingin mengetahui suatu informasi atau mencari lokasi. Sekarang, banyak hal bisa dilakukan hanya melalui HP.
Menurut saya, perubahan seperti inilah yang membuat perkembangan teknologi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Yang Berubah Bukan Hanya Teknologinya
Google sendiri tidak lagi hanya dikenal sebagai mesin pencari. Perusahaan ini terus mengembangkan berbagai produk dan teknologinya, termasuk kecerdasan buatan.
Perkembangan AI membuat cara kita mencari dan mengolah informasi juga mulai berubah. Google sendiri pada 2026 terus mengembangkan fitur Search dan Gemini dengan kemampuan AI yang semakin terintegrasi.
Bagi saya, perkembangan ini menarik sekaligus membuat kita harus lebih berhati-hati. Teknologi memang bisa membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi bukan berarti semua informasi yang diberikan teknologi bisa langsung dipercaya.
Saya tetap merasa perlu membaca, membandingkan, dan memastikan informasi dari sumber lain sebelum menggunakannya.
Dari Proyek Mahasiswa Menjadi Bagian dari Kehidupan
Salah satu hal yang menurut saya menarik dari perjalanan Google adalah awalnya berasal dari proyek yang dikerjakan Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka berada di Stanford University.
Bagi mahasiswa seperti saya, bagian ini justru cukup menarik. Kadang sebuah tugas atau proyek yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan kuliah terasa seperti sesuatu yang sederhana dan hanya akan selesai setelah dikumpulkan.
Padahal, sebuah ide bisa saja berkembang jika terus dipelajari dan dikembangkan.
Tentu saja tidak semua tugas kuliah akan berubah menjadi perusahaan besar. Namun, menurut saya, proses belajar dari sebuah proyek tetap bisa menjadi pengalaman yang berguna untuk membuat sesuatu yang lebih baik di kemudian hari.
28 Tahun Google dan Kebiasaan Kita
Bagi saya, ulang tahun Google bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah perusahaan teknologi.
Yang lebih menarik adalah bagaimana teknologi yang dulu terasa baru sekarang sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Saya sendiri mungkin membuka Google tanpa pernah memikirkan bagaimana panjangnya perjalanan teknologi tersebut sampai bisa digunakan dengan mudah seperti sekarang.
Dari mencari tugas, mencari lokasi, menyimpan dokumen, sampai mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan random, Google sudah menjadi salah satu alat yang sering saya gunakan.
Dan mungkin itulah alasan mengapa perjalanan Google terasa dekat dengan kehidupan saya. Bukan karena saya mengikuti semua perkembangan perusahaannya, tetapi karena tanpa sadar saya sudah menjadi salah satu orang yang menggunakan hasil perkembangan teknologi tersebut hampir setiap hari.
