Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Mulai Kelas 3 SD, Apa yang Berubah?

Mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Pamulang. Suka menulis tentang keseharian, produktivitas, dan hal-hal sederhana yang bermanfaat.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Efita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 sekolah dasar (SD). Kebijakan tersebut menjadi salah satu perubahan dalam pembelajaran pendidikan dasar di Indonesia.
Selama ini, Bahasa Inggris di tingkat SD belum menjadi mata pelajaran wajib secara nasional. Sekolah memiliki kebijakan masing-masing dalam memberikan pembelajaran Bahasa Inggris kepada siswanya.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, siswa nantinya akan mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris sejak kelas 3 SD.
Dimulai dari Kelas 3 SD
Pengenalan Bahasa Inggris sejak kelas 3 SD membuat siswa memiliki kesempatan untuk mengenal bahasa asing sejak usia lebih dini.
Menurut saya, hal ini bisa menjadi sesuatu yang positif apabila cara mengajarnya disesuaikan dengan usia anak. Siswa SD tentu tidak bisa langsung diberikan materi yang terlalu rumit seperti siswa sekolah menengah.
Pembelajaran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengenal kosakata sehari-hari, memperkenalkan diri, menyebutkan nama benda, atau melakukan percakapan pendek.
Dengan cara seperti itu, Bahasa Inggris bisa terasa lebih dekat dan tidak menjadi pelajaran yang membuat siswa takut.
Mengapa Perlu Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini?
Bahasa Inggris saat ini cukup dekat dengan kehidupan anak-anak. Banyak aplikasi, permainan, video, teknologi, hingga informasi di internet menggunakan Bahasa Inggris.
Karena itu, kemampuan memahami Bahasa Inggris dapat menjadi salah satu bekal bagi siswa ketika mereka semakin banyak menggunakan teknologi dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber.
Namun, belajar sejak dini bukan berarti siswa harus dibebani dengan materi yang berat.
Justru menurut saya, tahap awal pembelajaran sebaiknya lebih banyak membuat siswa terbiasa mendengar, mengenali, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi sederhana.
Tantangan Tidak Hanya untuk Siswa
Penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa.
Guru juga perlu mendapatkan persiapan yang baik. Sekolah membutuhkan bahan ajar dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa sekolah dasar.
Hal ini penting karena setiap anak memiliki kemampuan belajar yang berbeda. Ada siswa yang cepat memahami kosakata baru, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama.
Pembelajaran Bahasa Inggris di SD juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada hafalan.
Guru dapat menggunakan permainan, lagu, gambar, percakapan sederhana, atau aktivitas kelompok agar siswa lebih tertarik mengikuti pelajaran.
Jangan Sampai Hanya Menambah Jam Pelajaran
Menurut saya, keberhasilan kebijakan ini bukan hanya ditentukan oleh masuknya Bahasa Inggris ke dalam jadwal pelajaran.
Yang lebih penting adalah bagaimana siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Jika siswa sejak awal sudah merasa Bahasa Inggris sebagai pelajaran yang sulit dan penuh hafalan, mereka bisa kehilangan minat untuk belajar.
Sebaliknya, jika pembelajaran dibuat sederhana dan menyenangkan, siswa bisa lebih terbiasa menggunakan Bahasa Inggris tanpa merasa terlalu terbebani.
Awal untuk Mempersiapkan Generasi yang Lebih Terbiasa
Kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD dapat menjadi langkah untuk mengenalkan kemampuan bahasa asing sejak lebih dini.
Namun, penerapannya tetap membutuhkan persiapan dari berbagai pihak, terutama guru dan sekolah.
Bagi siswa, perubahan ini seharusnya tidak menjadi sesuatu yang menakutkan. Bahasa Inggris bisa dipelajari secara bertahap melalui hal-hal sederhana yang mereka temui sehari-hari.
Pada akhirnya, bukan hanya soal kapan siswa mulai belajar Bahasa Inggris, tetapi bagaimana mereka dibuat nyaman untuk terus mempelajarinya.
