QRIS Bantu UMKM Makin Mudah Jualan

Mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Pamulang. Suka menulis tentang keseharian, produktivitas, dan hal-hal sederhana yang bermanfaat.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Efita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi pelaku usaha kecil, proses pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam melayani pelanggan. Seiring perubahan kebiasaan masyarakat, pembayaran digital kini semakin banyak digunakan, termasuk oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu layanan yang semakin dekat dengan aktivitas UMKM adalah Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Dengan satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan melalui layanan yang mendukung QRIS.
Perkembangannya pun cukup besar. Bank Indonesia mencatat hingga Juli 2026, QRIS telah menjangkau 45,46 juta merchant, dengan 96,69 persen di antaranya merupakan UMKM. Data tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar, tetapi juga sudah menjadi bagian dari aktivitas usaha kecil.
Membuat Transaksi Lebih Praktis
Bagi pedagang, salah satu manfaat pembayaran digital adalah proses transaksi yang lebih praktis. Pelanggan tidak harus selalu menyediakan uang tunai, sementara pelaku usaha tidak perlu menyiapkan banyak uang kembalian.
Bank Indonesia menjelaskan QRIS dikembangkan untuk mendukung transaksi ritel yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal, termasuk untuk menjangkau UMKM.
Kemudahan tersebut menjadi penting bagi usaha yang melayani banyak pelanggan setiap hari. Warung makan, kedai kopi, toko kecil, pedagang pasar, hingga berbagai usaha jasa dapat menyediakan pilihan pembayaran digital sesuai kebutuhan konsumennya.
UMKM Makin Terhubung dengan Ekonomi Digital
Digitalisasi pembayaran bukan hanya tentang mengganti uang tunai dengan transaksi melalui kode QR. Bagi UMKM, penggunaan pembayaran digital juga dapat menjadi bagian dari proses untuk masuk lebih jauh ke ekosistem ekonomi digital.
Bank Indonesia mencatat hingga Juni 2026 terdapat 44,86 juta merchant QRIS dan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM. Bank Indonesia juga menyebut digitalisasi pembayaran dapat membantu UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Ketika transaksi mulai dilakukan secara digital, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk membangun kebiasaan pencatatan transaksi yang lebih tertata. Data tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
Peluang Menjangkau Pelanggan Lebih Luas
Perkembangan QRIS juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk melayani konsumen dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara melalui QRIS Antarnegara.
Bank Indonesia menyebut QRIS Antarnegara memberikan peluang bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM, untuk melayani transaksi wisatawan mancanegara menggunakan infrastruktur pembayaran digital yang sudah mereka gunakan sehari-hari.
Bagi UMKM yang berada di kawasan wisata, kemudahan tersebut dapat menjadi nilai tambah. Pelanggan dapat memiliki lebih banyak pilihan pembayaran, sementara pelaku usaha dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis.
Tetap Perhatikan Pengelolaan Usaha
Meski pembayaran digital memberikan kemudahan, pelaku UMKM tetap perlu memperhatikan pencatatan keuangan. Transaksi yang masuk sebaiknya dicatat dan dipisahkan dengan kebutuhan pribadi agar kondisi usaha dapat dipantau dengan lebih jelas.
Pelaku usaha juga perlu memastikan kode QR yang digunakan merupakan QRIS resmi dan memperhatikan notifikasi pembayaran sebelum menyerahkan barang kepada pelanggan.
Dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital, UMKM memiliki kesempatan untuk beradaptasi dengan kebiasaan konsumen yang terus berubah. Teknologi sederhana seperti QRIS dapat menjadi salah satu langkah awal bagi usaha kecil untuk berkembang bersama ekonomi digital.
Bagi pelaku UMKM, digitalisasi tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang rumit. Menghadirkan pilihan pembayaran yang praktis, mencatat transaksi dengan baik, dan memahami kebutuhan pelanggan sudah menjadi langkah penting untuk membangun usaha yang lebih siap menghadapi perubahan.
