Konten dari Pengguna

Benteng Takeshi UKSW VS Kebutuhan Mahasiswa #UKSWMUNDUR

Efraim Menda
Mahasiswa Aktif Universitas Kristen Satya Wacana
27 Februari 2025 9:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Efraim Menda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gapura Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga, Senin (25/2/2025). Sumber: Foto Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Gapura Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga, Senin (25/2/2025). Sumber: Foto Pribadi
ADVERTISEMENT
Setiap kali hujan deras, jalan dalam area kampus berubah menjadi kolam dadakan. Efraim, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, harus menggulung celana dan melepas sepatu sebelum menyeberang. Air yang menggenang membuatnya kesulitan sampai ke kelas.
ADVERTISEMENT
Suatu hari, ia melihat berita tentang pembangunan gapura kampus yang baru. “Kalau bisa membangun itu, kenapa banjir di sini tidak segera diperbaiki?” pikirnya. Ia dan mahasiswa lain semakin mempertanyakan prioritas kampus dalam mengalokasikan dana.
Di saat yang sama, mahasiswa lain sedang ramai memperbincangkan pembangunan gapura baru di pintu masuk kampus, yang mereka juluki "Benteng Takeshi" karena bentuknya yang megah. Bentuk dan ukurannya memang mencolok, tetapi yang menjadi pertanyaan adalah: apakah ini prioritas yang lebih mendesak dibanding kebutuhan mahasiswa lainnya?
Banyak mahasiswa merasa bahwa ada hal yang lebih krusial untuk diperhatikan. Misalnya, mahasiswa angkatan 2023 yang hingga kini belum menerima Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), serta mahasiswa 2024 yang mendapatkan jas almamater dengan kualitas yang jauh berbeda dari angkatan sebelumnya. Belum lagi, masalah fasilitas seperti banjir di sekitar kampus yang belum juga teratasi.
ADVERTISEMENT
Mahasiswa pun mulai bertanya-tanya tentang transparansi anggaran kampus. Mereka membayar biaya layanan kemahasiswaan setiap semester, tetapi fasilitas yang diterima tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. "Kami ingin tahu, uang kami digunakan untuk apa?" kata salah satu mahasiswa dalam wawancara.
Di sisi lain, pihak kampus belum memberikan tanggapan resmi mengenai kritik ini. Sebagian mahasiswa berharap ada kejelasan mengenai skala prioritas dalam pembangunan fasilitas. Jika transparansi dan keterbukaan tidak segera diberikan, dikhawatirkan kepercayaan mahasiswa terhadap kampus akan semakin berkurang.
Sebagai institusi pendidikan, kampus seharusnya mendahulukan kebutuhan akademik dan kesejahteraan mahasiswa sebelum berinvestasi dalam proyek yang sifatnya estetika. Jika kebutuhan dasar mahasiswa belum terpenuhi, apakah pembangunan gapura megah benar-benar diperlukan?
Efraim Menda, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Kristen Satya Wacana.
ADVERTISEMENT