Mengungkap Kasih Sayang Tak Ternilai dari Ibu

Ega Shepiani
Mahasiswa D3 Penerbitan (Jurnalistik) dari Politeknik Negeri Jakarta. Menguasai kemampuan dan pengetahuan dasar jurnalistik, mulai dari tahap perencanaan, pencarian bahan (riset), penulisan, penyuntingan, hingga publikasi.
Konten dari Pengguna
9 Juni 2024 15:23 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ega Shepiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi ibu dan anak bergandengan tangan (Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu dan anak bergandengan tangan (Freepik)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam kehidupan ini, ada satu sosok yang tak tergantikan, tak terbandingkan, dan tak ternilai harganya. Sosok ini memiliki kekuatan yang luar biasa, kasih sayang yang tak terbatas, serta pengorbanan yang tak kenal lelah. Dialah Ibu.
ADVERTISEMENT
Sejak kecil, aku selalu melihat ibu sebagai seorang yang tak pernah lelah. Pagi-pagi buta, ketika matahari belum menampakkan diri, ibu sudah sibuk di dapur, menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga.
Mungkin bagi sebagian orang, itu adalah hal yang biasa, namun bagi seorang anak kecil sepertiku, itu adalah keajaiban. Ibu seakan memiliki energi tak terbatas untuk mengurus segala kebutuhan kami.
Aku ingat, setiap kali aku terbangun di pagi hari, aroma sedap dari dapur selalu menyambutku. Ibu selalu memastikan kami memulai hari dengan perut kenyang dan hati bahagia. Ibu tahu betul apa yang kami suka dan selalu berusaha untuk membuatnya.
Namun, aku sering kali merasa tak cukup berterima kasih. Aku anggap itu semua sebagai rutinitas biasa, tanpa menyadari betapa besar usaha dan cinta yang ibu curahkan dalam setiap masakannya.
ADVERTISEMENT
Tidak semua hari dalam hidup kami selalu cerah. Ada kalanya kami harus menghadapi masa-masa sulit. Namun, ibu selalu menjadi sosok yang kuat dan tegar di saat-saat tersebut. Ketika ayah kehilangan pekerjaannya, ibu yang mengambil alih peran sebagai pencari nafkah utama.
Ibu bekerja keras siang dan malam, tanpa pernah menunjukkan kelelahannya di depan kami. Aku ingat betapa beratnya masa-masa itu, tetapi ibu tidak pernah menyerah. Ibu selalu berkata bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan kita harus tetap kuat dan tidak putus asa.
Ada suatu masa ketika aku merasa iri dengan teman-temanku yang memiliki ibu yang selalu ada di rumah. Mereka bisa menghabiskan waktu bersama ibu mereka, bermain dan belajar bersama.
ADVERTISEMENT
Sedangkan aku, harus menunggu hingga malam hari untuk bisa bertemu ibu. Namun, seiring waktu, aku mulai menyadari bahwa ibu melakukan semua itu demi kami. Demi memberikan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya.
Dari ibu, aku belajar banyak hal. Salah satunya adalah tentang keteguhan hati dan semangat juang yang tinggi. Ibu selalu mengajarkan kami untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.
Ibu sering bercerita tentang masa kecilnya yang penuh dengan keterbatasan. Bagaimana ibu harus berjalan kaki berkilo-kilometer untuk pergi ke sekolah, bekerja di sawah sepulang sekolah, dan berbagai kesulitan lainnya.
Namun, ibu tidak pernah menyerah. Ibu terus berjuang untuk meraih pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Cerita-cerita ibu selalu memberikan inspirasi dan motivasi bagiku. Ibu menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, kita bisa mengatasi segala rintangan.
ADVERTISEMENT
Seiring waktu, aku semakin menyadari bahwa ibu tidak hanya berperan sebagai seorang ibu, tetapi juga sebagai teman, guru, dan pelindung. Ibu selalu siap mendengarkan cerita-ceritaku, memberikan nasihat, dan membantu menyelesaikan masalah. Ibu adalah teman terbaik yang selalu ada di saat suka dan duka.
Aku masih ingat saat aku menghadapi ujian akhir sekolah. Beban dan tekanan yang aku rasakan sangat berat. Aku merasa tidak mampu menghadapi semua itu. Namun, ibu selalu ada di sampingku, memberikan semangat dan dukungan.
Ia membantuku belajar, menyiapkan makanan favoritku, dan selalu mengingatkan untuk beristirahat dan menjaga kesehatan. Ibu juga mengajakku berdoa, memohon kekuatan dan kelancaran dalam menghadapi ujian. Berkat dukungan dan kasih sayang ibu, aku berhasil melewati ujian dengan baik.
ADVERTISEMENT
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menunjukkan rasa cinta dan penghargaan kepada ibu mereka. Namun, yang terpenting adalah kita harus selalu mengingat dan menghargai setiap pengorbanan dan kasih sayang yang telah ibu berikan.
Aku belajar bahwa kata-kata "terima kasih" mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat dalam bagi seorang ibu. Aku mencoba untuk lebih sering mengungkapkan rasa terima kasih kepada ibu.
Saat ini, dunia telah banyak berubah. Teknologi berkembang pesat, dan gaya hidup kita juga ikut berubah. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya.
Waktu terus berlalu, aku mulai menyadari bahwa ibu semakin menua. Rambutnya yang dulu hitam legam kini sedikit demi sedikit mulai memutih, dan langkahnya yang dulu gesit kini mulai melambat.
ADVERTISEMENT
Hal ini membuatku merasa sedih, karena aku tahu bahwa waktu tidak akan berhenti, dan suatu saat nanti, aku harus menghadapi kenyataan bahwa ibu mungkin tidak akan selalu ada di sampingku.
Namun, daripada terlarut dalam kesedihan, aku memilih untuk memanfaatkan setiap momen yang masih ada untuk membuat ibu bahagia. Aku ingin membalas setiap kebaikan dan pengorbanan yang telah ibu berikan.
Dalam setiap pencapaian, ibu selalu menjadi orang pertama yang saya beri kabar. Aku tahu, ibu selalu bangga padaku, meskipun aku merasa apa yang aku capai belum seberapa dibandingkan dengan pengorbanan yang telah ibu lakukan.
Dari ibu, aku belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Aku belajar tentang kesabaran, ketulusan, dan cinta yang tanpa syarat. Ibu selalu mengajarkan kami untuk menjadi pribadi yang baik, rendah hati, dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang aku harapkan bisa aku terapkan ketika aku kelak menjadi orang tua.
ADVERTISEMENT
Saat aku merenungkan semua yang telah ibu lakukan untukku dan keluargaku, aku merasa sangat bersyukur. Aku menyadari betapa besar peran ibu dalam membentuk siapa aku saat ini. Ibu adalah sumber inspirasi dan motivasi dalam hidupku.
Meski aku hanya seorang anak yang mungkin tidak akan pernah sepenuhnya memahami kedalaman kasih sayang seorang ibu, aku tahu bahwa tanpa ibuku, aku tidak akan menjadi seperti diriku yang sekarang.
Aku sadar, tidak ada kata yang cukup untuk mengungkapkan betapa aku berterima kasih pada ibu. Setiap hari, aku berusaha untuk menjadi lebih baik, karena aku tahu ibu selalu mengharapkan yang terbaik untukku. Ibu adalah alasan utama aku terus berjuang dan tidak menyerah.
Semoga aku bisa menjadi anak yang selalu membanggakan ibu dan dapat membalas semua kebaikan yang telah ibu berikan, meskipun aku tahu tidak ada yang bisa benar-benar menggantikan semua yang telah ibu korbankan untukku. Terima kasih, Ibu, untuk segalanya. Aku mencintai ibu lebih dari kata-kata yang bisa menggambarkan.
ADVERTISEMENT