Mengenal OCB : Si ‘Altruistik’ di Tempat Kerja

Mahasiswi Psikologi, Universitas Brawijaya
Tulisan dari Eka Maharani Asyura Praptono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingkungan kerja yang positif tentu berpengaruh terhadap kinerja dan kesehatan para pekerja, terutama kesehatan mental. Meningkatnya produktivitas, prestasi, dan motivasi para pekerja merupakan dampak yang dapat dirasakan oleh perusahaan. Tak hanya itu, dampak bagi kesehatan mental dari terciptanya lingkungan kerja positif juga dapat menghindarkan para pekerja dari kelelahan emosional, stres, hingga penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, salah satu faktor terciptanya lingkungan kerja positif yakni memiliki rekan yang baik di lingkungan kerja yang tentunya diharapkan oleh setiap individu.
Bagi sebagian orang, baik merupakan hal yang relatif dan memiliki standar yang berbeda-beda bagi setiap individu. Ada yang beranggapan bahwa seorang rekan dapat dikatakan baik apabila ia memiliki loyalitas yang tinggi. Ada pula yang beranggapan bahwa dengan bersikap ramah saja, seseorang dapat dikatakan sebagai rekan yang baik. Lantas, pernahkah Anda memiliki rekan kerja yang cenderung berperilaku extra-role di tempat kerja, seperti sukarela mengerjakan tugas di luar tanggung jawabnya tanpa mengharapkan imbalan apapun? Jika iya, individu tersebut mungkin memiliki sikap OCB atau Organizational Citizenship Behavior.
Konsep Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Menurut Kinicki dan Kreitner (2006), Organizational Citizenship Behavior (OCB) merujuk kepada perilaku diluar tugas pekerjaan normal karyawan yang melebihi panggilan tugasnya atau melebihi persyaratan peran kerjanya (Andi Hendrawan dkk, 2019). Secara garis besar, OCB dapat disimpulkan sebagai sikap kesukarelaan pegawai dengan inisiatif yang tinggi di luar tanggung jawabnya untuk mendukung efektivitas perusahaan atau organisasi (Gusti Rao, 2023). Menurut Williams dan Anderson (1991), OCB dibagi menjadi dua kategori, yakni OCB-O dan OCB-I. OCB-O adalah perilaku-perilaku yang memberikan manfaat bagi organisasi pada umumnya, sementara OCB-I merupakan perilaku-perilaku yang secara langsung memberikan manfaat bagi individu lain dan secara tidak langsung juga memberikan kontribusi pada organisasi.
Dimensi Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Menurut Organ dkk (Kusumajati, 2014), OCB memiliki lima dimensi primer, yakni :
Altruism, yakni perilaku membantu pegawai lain tanpa ada paksaan terhadap tugas-tugas yang berkaitan erat dengan operasi-operasi organisasional
Civic virtue, yakni perilaku yang menunjukkan partisipasi sukarela dan dukungan terhadap fungsi-fungsi organisasi, baik secara profesional maupun sosial alamiah.
Conscientiousness, yakni kinerja dari prasyarat peran yang melebihi standar minimum
Courtesy, yakni perilaku meringankan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang dihadapi orang lain.
Sportsmanship, yakni pantangan-pantangan membuat isu-isu yang merusak meskipun merasa jengkel.
Manfaat Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Menurut Podsakoff dkk (Kusumajati, 2014), terdapat beberapa manfaat OCB bagi perusahaan, diantaranya yakni menghemat sumber daya yang dimiliki oleh organisasi dan manajemen secara keseluruhan, dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan kelompok kerja, meningkatkan produktivitas sesama pegawai, meningkatkan kemampuan organisasi untuk menarik dan mempertahankan pegawai terbaik, meningkatkan produktivitas manajer, meningkatkan kemampuan organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, membantu menghemat energi sumber daya untuk memelihara fungsi kelompok, dan meningkatkan stabilitas kinerja organisasi.
Penutup
Organizational Citizenship Behavior (OCB) memang dianggap sebagai perilaku yang positif dan patut untuk ditiru, namun hal tersebut tak dapat menutup kemungkinan jika OCB juga dapat berdampak negatif bagi individu tersebut. Seorang pegawai dapat mengabaikan tugas-tugas yang sebenarnya menjadi tanggung jawab utama pegawai tersebut yang tentu dapat berimbas pada tujuan dan kinerja individu maupun tim. Oleh karena itu, pegawai tetap harus selektif dalam memprioritaskan tugas utama meskipun memiliki OCB.
Daftar Pustaka
Andi Hendrawan, Hari Sucahyowati, Indriyani Indriyani, & Chayandi, K. (2019). PERILAKU ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN. EDUSAINTEK, 3.
Gusti Rao, D. (2023). Altruistik dalam OCB; Analisis Perilaku Indisipliner Pegawai. SEIKO : Journal of Management & Business, 6(2), 431–443. https://doi.org/10.37531/sejaman.v6i2.4787
Kusumajati, D. A. (2014). Organizational Citizenship Behavior (OCB) Karyawan pada Perusahaan. Humaniora, 5(1), 62. https://doi.org/10.21512/humaniora.v5i1.2981
