Kumparan Logo

Ajari Anak 3 Hal Ini Jika Terpisah dari Orang Tua

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ajarkan Anak 3 Hal Ini Jika Terpisah dari Orang Tua. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ajarkan Anak 3 Hal Ini Jika Terpisah dari Orang Tua. Foto: Shutter Stock

Pergi bersama anak ke tempat ramai seperti mal, stasiun, atau taman tentu perlu kewaspadaan ekstra. Sebab, dalam situasi tertentu, anak bisa saja terpisah dari orang tua. Oleh karena itu, penting bagi orang tua membekali anak dengan keterampilan keselamatan sederhana agar tahu apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi.

Psikolog Madeline Jessica, M.Psi., Psikolog, mengatakan, kemampuan menghadapi situasi ketika terpisah dari orang tua perlu diajarkan secara bertahap. Instruksi yang diberikan sebaiknya sederhana, konkret, dan diulang secara berkala.

Ilustrasi anak bertemu orang tua usai hilang. Foto: Shutterstock

“Anak bukanlah orang dewasa kecil. Dalam situasi yang membuat panik, anak-anak dapat kesulitan berpikir jernih dan mengambil keputusan,” ujar Madeline saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (9/9).

Langkah yang Bisa Diajarkan ke Anak Jika Terpisah dari Orang Tua

1. Ajari Anak untuk Berhenti dan Tetap di Tempat Aman

Hal pertama yang perlu dipahami anak adalah tidak langsung panik atau berlari ke sana kemari mencari orang tua. Orang tua dapat membuat aturan sederhana seperti, “Berhenti, tetap di tempat yang aman, lalu cari petugas.”

Jika memungkinkan, anak dapat kembali ke tempat terakhir ia masih melihat orang tua. Namun, jangan berjalan terlalu jauh atau keluar dari area tersebut sendirian.

“Dalam situasi tempat umum, penting untuk mengajarkan anak mencari orang dewasa yang memiliki peran dan identitas yang jelas, seperti petugas keamanan (satpam) atau polisi.

Ilustrasi Ibu dan anak. Foto: Shutter Stock

2. Latih Lewat Permainan Peran

Memberikan instruksi saja mungkin belum cukup. Menurut Madeline, anak dapat belajar lebih efektif melalui pengalaman langsung dan pengulangan.

Orang tua bisa mengajak anak bermain peran di rumah. Misalnya, berpura-pura sedang berada di pusat perbelanjaan, kemudian bertanya, “Kalau tiba-tiba kamu tidak bisa menemukan Mama, apa yang akan kamu lakukan?”

“Anak kemudian diajak mempraktikkan langkah-langkahnya. Pembelajaran aktif dan latihan langsung dapat membantu anak memahami keterampilan keselamatan dengan lebih baik dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan,” imbuh Madeline.

Ilustrasi Ibu dan anak. Foto: Shutter Stock

3. Ajari Informasi Dasar tentang Dirinya

Anak juga perlu mengetahui informasi dasar tentang dirinya. Misalnya, nama lengkap, nama orang tua, dan nomor telepon orang tua. Informasi tersebut dapat membantu petugas menghubungi keluarga ketika anak terpisah dari orang tua.

Ajari juga anak menyebutkan nama lengkap, nama orang tua, dan nomor telepon orang tua. Bila perlu, buatkan kartu identitas sederhana dalam bentuk gelang, kalung, atau pin.

Sesuaikan cara mengajarkannya dengan usia dan kemampuan anak. Tidak perlu langsung semuanya, kenalkan secara bertahap dan ulangi dalam aktivitas sehari-hari agar anak semakin terbiasa, ya, Moms.

kumparan post embed