Anak Lebih Rewel atau Pendiam Sepulang Sekolah? Ini Penjelasan Psikolog

Sepulang sekolah, sebagian anak mungkin terlihat lebih pendiam, rewel, atau sensitif. Kondisi ini bisa terjadi karena anak membutuhkan waktu untuk beristirahat dan beralih dari suasana sekolah ke rumah.
Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Faradila Azka, M.Psi., Psikolog, CMHA, menjelaskan bahwa aktivitas di sekolah membutuhkan banyak energi bagi anak. Selama beberapa jam, mereka perlu fokus mendengarkan guru, mengikuti aturan, mengerjakan tugas, menunggu giliran, hingga berinteraksi dengan teman-temannya.
Di saat yang sama, anak juga perlu belajar mengatur emosi dan perilakunya. Karena itu, meskipun kegiatan sekolah terlihat biasa saja bagi orang dewasa, proses tersebut bisa terasa melelahkan bagi sebagian anak.
“Jadi memang wajar kalau buat sebagian anak ada yang perlu waktu dulu nih pulang sekolah untuk dikompres dan beralih dari mode sekolah ke mode rumah,” tutur Faradila kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Beri Anak Waktu untuk Beristirahat Sepulang Sekolah
Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua ketika anak terlihat lebih rewel atau pendiam setelah pulang sekolah?
Faradila menyarankan agar orang tua tidak langsung membombardir anak dengan banyak pertanyaan atau memberikan tuntutan baru. Sebaliknya, beri anak waktu untuk merasa nyaman dan siap kembali beraktivitas di rumah.
Waktu yang dibutuhkan tidak harus lama. Orang tua bisa memberikan jeda sekitar 15–20 menit sebelum mengajak anak melakukan kegiatan berikutnya.
Aktivitas yang dipilih pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Misalnya, anak yang membutuhkan kedekatan emosional bisa diajak makan camilan bersama, duduk bersebelahan, atau mengobrol santai.
Sementara itu, anak yang lebih menyukai aktivitas fisik bisa diberi kesempatan bermain bola atau bersepeda. Adapun anak yang membutuhkan suasana lebih tenang dapat diajak menggambar, membaca buku, atau sekadar berbaring untuk beristirahat.
Menurut Faradila, yang terpenting adalah membiarkan anak merasa nyaman terlebih dahulu dalam aktivitas tersebut sebelum beralih ke kegiatan atau tugas berikutnya.
“Kemudian biarin mereka merasa nyaman dalam aktivitas tersebut sebelum beralih ke tugas berikutnya,” pungkasnya.
