Anak Susah Belajar Membaca atau Berhitung? Kenali Gangguan Belajar Spesifik

Jangan langsung marah atau melabeli anak bodoh, saat ia susah membaca, menulis, atau berhitung. Sebab, jika kesulitan tersebut berlangsung terus-menerus, bisa jadi anak mengalami gangguan belajar spesifik atau Specific Learning Disorder (SLD).
Gangguan belajar spesifik merupakan gangguan perkembangan otak yang membuat anak mengalami kesulitan belajar secara menetap selama lebih dari enam bulan. Kesulitan ini dapat terjadi pada salah satu atau beberapa kemampuan akademik, seperti membaca, menulis, dan matematika.
Menurut Anggota UKK Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K), anak dengan gangguan belajar spesifik umumnya memiliki kecerdasan umum yang normal atau tinggi serta mendapat kesempatan belajar yang cukup.
Artinya, kesulitan belajar yang dialami bukan semata-mata karena anak malas belajar. Kondisi tersebut juga perlu dibedakan dari gangguan penglihatan, pendengaran, atau kondisi lain yang dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan belajar.
“Prevalensi di Indonesia masih belum keluar angka realnya. Kalau di dunia itu dianggap 5-15% anak usia sekolah itu mengalami gangguan belajar. Dan kurang lebih 80% diantaranya merupakan gangguan belajar spesifik,” ucap dr. Farid dalam acara webinar bersama IDAI, Selasa (15/9).
Ada 3 Jenis Gangguan Belajar Spesifik
1. Kesulitan membaca (Disleksia)
• Sulit membedakan bunyi huruf atau mengeja
• Sering salah membaca dan lambat
• Mudah lelah saat membaca
• Sering lebih paham jika dibacakan
2. Kesulitan Menulis (Disgrafia)
• Tulisan sulit dibaca atau sangat lambat saat menulis
• Banyak salah ejaan, tata bahasa, dan tanda baca
• Sulit menyusun kalimat/paragraf
• Bagus saat bicara, tapi sulit menuangkan dalam tulisan
3. Kesulitan Memahami Matematika (Diskalkulia)
• Sulit memahami angka dan operasi hitung dasar
• Sering salah dalam perhitungan sederhana
• Sulit memahami soal cerita
• Tetap bisa berpikir logis di bidang lain
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Kesulitan belajar sesekali tentu bisa dialami setiap anak. Namun, orang tua perlu lebih waspada jika kesulitan tersebut terjadi secara konsisten selama lebih dari enam bulan, meski anak sudah mendapatkan kesempatan belajar yang cukup.
“Ketika kesulitan belajar konsisten lebih dari 6 bulan, padahal sudah mendapat kesempatan yang sama dan tidak ada gangguan pendengaran, maka perlu curiga dan diperiksakan untuk dapat asesmen yang tepat,” tegas dr. Farid.
Oleh karena itu, anak yang mengalami kesulitan membaca, menulis, atau berhitung sebaiknya tidak langsung dicap malas atau bodoh. Pemeriksaan dan asesmen yang tepat dapat membantu mengetahui penyebab kesulitan belajar yang dialami anak ya, Moms.
