Kumparan Logo

Balita Jatuh Alami Perdarahan Otak, Kenali Tanda Bahaya yang Harus Dibawa ke IGD

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Balita dirawat di RS. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Balita dirawat di RS. Foto: Shutterstock

Benturan di kepala pada balita sering kali membuat orang tua panik. Meski tidak semua benturan berbahaya, orang tua tetap perlu waspada karena pada beberapa kasus, gejala serius baru muncul beberapa jam setelah anak mengalami cedera.

Seperti yang dialami seorang ibu dengan akun TikTok @mamaaskara07. Ia menceritakan sang balita terjatuh dari atas panggung yang cukup tinggi. Awalnya, anak terlihat semakin lemas dan terus ingin tidur. Kondisinya kemudian memburuk pada malam hari ketika ia mulai muntah berulang.

embed from external kumparan

Merasa khawatir anak mulai kehilangan kesadaran, sang ibu segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, dokter menemukan adanya perdarahan di kepala yang cukup banyak sehingga anak harus menjalani operasi. Setelah hampir lima jam menunggu, operasi akhirnya berjalan lancar dan sang balita menjalani masa pemulihan hingga diperbolehkan pulang.

Lantas, tanda apa saja yang perlu diwaspadai setelah anak mengalami benturan di kepala?

Tanda Bahaya Setelah Balita Terbentur Kepala

Ilustrasi Balita sakit. Foto: Shutterstock

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa tidak semua benturan kepala berujung pada kondisi serius. Namun, ada beberapa tanda bahaya yang mengharuskan orang tua segera membawa anak ke IGD.

โ€œYang perlu diketahui adalah tidak semua benturan kepala itu berbahaya. Tetapi orang tua harus segera membawa anak ke IGD Kalau muncul salah satu atau lebih tanda berikut,โ€ ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (29/7).

Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai setelah anak mengalami benturan di kepala antara lain:

-Penurunan kesadaran, seperti anak tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, atau tidak merespons saat dipanggil.

-Muntah berulang, terutama lebih dari satu kali atau muntah menyemprot (proyektil).

-Kejang.

Ilustrasi kejang. Foto: Shutter Stock

-Sakit kepala berat yang semakin memburuk.

-Perubahan perilaku, misalnya anak menjadi sangat rewel, bingung, atau tidak mengenali orang di sekitarnya.

-Lemas atau kelemahan pada tangan maupun kaki.

-Gangguan keseimbangan saat berjalan.

-Keluar darah atau cairan bening dari hidung maupun telinga.

-Ukuran pupil mata kanan dan kiri tidak sama besar, yang dapat menjadi tanda adanya peningkatan tekanan di dalam kepala.

Ia menambahkan, gejala perdarahan otak tidak selalu muncul sesaat setelah benturan. Pada beberapa kasus, keluhan baru terlihat beberapa jam kemudian.

Ilustrasi anak balita terjatuh. Foto: Shutter Stock

โ€œKarena itu sebaiknya memang anak itu tetap perlu dipantau secara ketat selama 24 sampai 48 jam pertama setelah cedera kepala atau adanya benturan,โ€ tegasnya.

Perawatan Anak Setelah Operasi Perdarahan di Kepala

Selain itu, dr. Aisya juga memaparkan masa pemulihan setiap anak berbeda-beda tergantung lokasi dan luas perdarahan, jenis perdarahan yang dialami, serta ada atau tidaknya cedera pada jaringan otak.

Setelah anak diperbolehkan pulang, orang tua perlu memberikan obat sesuai anjuran dokter, menjaga luka operasi tetap bersih, memastikan anak beristirahat cukup, menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan benturan kembali, serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.

Ilustrasi anak balita usai terjatuh. Foto: Mama Belle and the kids/Shutterstock

โ€œAmati perkembangan kemampuan anak seperti mungkin berjalan lagi, berbicara, bermain, makan atau interaksi,โ€ kata dr. Aisya.

Bila muncul tanda bahaya seperti muntah berulang, kejang, penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak, sakit kepala berat, demam tinggi, atau luka operasi tampak bengkak dan mengeluarkan cairan, segera bawa anak kembali ke IGD.

kumparan post embed