Bukan Sekadar Menulis, Ini yang Terjadi di Otak Anak saat Menyusun Cerita

Pernah melihat anak membuat cerita dari pengalaman atau imajinasinya sendiri, Moms? Meski terlihat seperti aktivitas sederhana, ternyata ada proses penting yang terjadi di dalam diri si kecil saat ia menyusun ide menjadi sebuah cerita, lho.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di otak anak ketika ia mulai memikirkan alur, menyusun kejadian, hingga menentukan akhir ceritanya?
Pendongeng Paman Gery menjelaskan, aktivitas tersebut berkaitan erat dengan perkembangan fungsi kognitif anak. Saat menyusun sebuah cerita, anak belajar mengatur berbagai ide yang ada di pikirannya menjadi sebuah alur yang utuh.
"Yang pertama mendapatkan efek dari menyusun sebuah cerita dalam pemikiran seorang anak adalah fungsi kognitif," ujar Paman Gery dalam Opening Ceremony & Press Conference Pameran Karya Raya 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Menurutnya, ketika anak mulai mengatur urutan cerita, termasuk memikirkan plot maupun twist, ada proses kerja sinapsis di otak. Anak belajar menghubungkan satu ide dengan ide lainnya hingga membentuk sebuah cerita.
Bisa Mengembangkan Imajinasi Anak
Tak hanya melatih kemampuan berpikir, menyusun cerita juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan imajinasinya.
Paman Gery mengatakan, anak dapat mengeksplorasi berbagai ide dan menuturkannya menggunakan bahasa yang mereka miliki. Bahkan, anak bisa menciptakan cara atau bahasa baru yang mungkin belum terlalu dipahami orang dewasa.
"Ternyata mereka sudah bisa menyusunnya dan itu adalah sebuah kemampuan yang hanya dimiliki oleh manusia," imbuhnya.
Selain itu, Paman Gery juga menegaskan bahwa kesempatan bagi anak untuk menyusun ide menjadi sebuah cerita pada akhirnya dapat membantu membentuk pola pikir mereka.
Dengan begitu, ketika anak menulis atau membuat cerita sendiri, yang dihasilkan bukan hanya sebuah karya. Di baliknya, ada proses anak belajar berpikir, mengembangkan imajinasi, serta mengasah kemampuan kognitifnya, Moms.
