Kumparan Logo

Jangan Asal Jemur Baju saat Abu Vulkanik Bertebaran

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa. Namun, saat Gunung Anak Krakatau erupsi dan abu masih bertebaran, orang tua perlu lebih berhati-hati, termasuk saat menjemur pakaian.

Menurut dokter yang juga influencer, dr. Kevin Mak, abu vulkanik dapat menempel pada serat kain. Partikelnya juga memiliki bentuk yang tajam sehingga berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

Oleh karena itu, menjemur pakaian di luar rumah saat abu vulkanik masih turun sebaiknya dihindari. Pakaian yang sudah dicuci dan bersih bisa kembali terkena abu sebelum digunakan.

Lebih Aman Jemur Pakaian di Dalam Rumah

Ilustrasi baju. Foto: Kmpzzz/Shutterstock

Untuk sementara, Anda bisa memindahkan aktivitas menjemur pakaian ke dalam rumah. Pilih area yang memiliki sirkulasi udara cukup baik, misalnya di dekat jendela yang tertutup agar tidak terpapar langsung abu vulkanik.

Kipas angin juga dapat digunakan untuk membantu mempercepat proses pengeringan pakaian. Namun, pastikan ruangan tidak terlalu lembap.

“Kalau ada, gunakan dehumidifier agar pakaian lebih cepat kering,” ucapnya dalam postingan di Threads.

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap Rabu (9/9/2026). Foto: Instagram/@bpbdlampung

Bagaimana Kalau Baju Sudah Terpapar Abu?

Jika pakaian sudah terlanjur dijemur di luar saat abu vulkanik bertebaran, jangan langsung ditepuk atau dikibas-kibaskan di dalam rumah. Cara tersebut justru dapat membuat partikel abu beterbangan dan terhirup.

Sebaiknya, pakaian yang terpapar abu langsung dimasukkan ke dalam cucian dan dicuci kembali sebelum digunakan.

Jadi, selama abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih bertebaran, untuk sementara tahan dulu kebiasaan menjemur pakaian di luar rumah. Demi menjaga pakaian tetap bersih dan mengurangi risiko abu menempel pada pakaian yang nantinya bersentuhan dengan kulit anak ya, Moms.

kumparan post embed