Jembatan Aborsi UI Banyak Dikeluhkan Warga

Jurnalis kumparanMOM
Tulisan dari Eka Nurjanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jembatan dengan nama unik ini berdiri di di atas Stasiun Universitas Indonesia sejak tahun 2016 lalu. Dibangunnya jembatan ini bertujuan agar para mahasiswa UI serta warga tidak berjalan melintasi rel kereta karena bisa membahayakan keselamatan.
Meski sudah setahun berdiri, tetapi masih banyak warga yang mengeluhkan tingginya jembatan aborsi tersebut.

"Jembatan ini bikin encok saya kumat, tinggi banget. Kalau nggak karena kepepet saya nggak mau lewat sini"ujar Dewi (45), pengguna jembatan aborsi, sambil menghela napas panjang, saat diwawancarai Kumparan (Kumparan.com), di Stasiun UI, Depok, Rabu (8/11).
Entah siapa yang memberi nama jembatan ini, yang jelas nama jembatan aborsi ini sudah populer di telinga masyarakat kawasan UI. Jembatan tersebut memiliki puluhan jumlah anak tangga yang jaraknya berdekatan.

Pendapat yang sama pun dirasakan oleh mahasiwa UI, Yuni (20). "Kalau siapa yang nyiptain nama aku nggak tahu, tapi pokoknya kalau lewat jembatan ini bakalan rasain capek banget sampe ke ubun-ubun," tutur Yuni (20), mahasiswa UI, saat ditemui Kumparan (Kumparan.com), di Stasiun UI, Depok, Rabu (8/11).

Bukan hanya itu, menurut warga jika ada wanita yang sedang hamil, kemudian melintasi jembatan aborsi ini, maka akan mengakibatkan keguguran. Namun, ini semua itu merupakan sindiran karena untuk menggunakan JPO ini butuh tenaga yang sangat ekstra.
Oleh karena itu, bagi Anda yang akan melewati jembatan aborsi ini, perlu menyiapkan tenaga ekstra agar sampai tujuan dengan selamat dan tetap menjaga kebersihan JPO.
