Kumparan Logo

Makanan Anak Dibiarkan di Meja, Berapa Lama Masih Aman? Ini Penjelasan Dokter

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Makanan Anak Dibiarkan di Meja, Berapa Lama Masih Aman? Ini Penjelasan Dokter. Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Makanan Anak Dibiarkan di Meja, Berapa Lama Masih Aman? Ini Penjelasan Dokter. Foto: dok.shutterstock

Moms, pernah anak belum selesai makan, lalu makanannya dibiarkan di meja karena si kecil sibuk bermain? Atau bekal anak baru dimakan lagi beberapa jam kemudian? Meski terlihat sepele, kondisi ini perlu diperhatikan karena suhu tertentu dapat mendukung pertumbuhan bakteri.

Dokter Spesialis Anak dan Penyakit Metabolik Anak, Prof. DR. Dr. Damayanti Rusli, SpA, Subsp NPM(K), menjelaskan bahwa suhu penyimpanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan makanan anak. Menurutnya, lemari es sebaiknya berada pada suhu 1–4 derajat Celsius, sedangkan freezer di bawah -18 derajat Celsius.

Jangan Asal Memasukkan Makanan ke Kulkas

Ilustrasi menyimpan makanan di Kulkas. Foto: Shutterstock

Prof. Damayanti menjelaskan bahwa anggapan bakteri tidak bisa berkembang pada suhu di bawah 5 derajat Celsius tidak sepenuhnya benar. Ada jenis bakteri tertentu yang masih dapat tumbuh pada suhu rendah, meskipun jumlah dan kecepatannya tidak sebanyak ketika berada pada suhu yang lebih hangat.

Oleh karena itu, orang tua juga perlu memastikan suhu kulkas tetap terjaga. Terlalu sering membuka dan menutup pintu kulkas dapat membuat suhu di dalamnya berubah.

Makanan Anak Sebaiknya Dimasak Hingga Matang

ilustrasi keluarga dengan satu anak memasak bersama Foto: Shutterstock

Untuk makanan yang akan diberikan kepada anak, proses memasak juga penting. Dokter Damayanti mengatakan makanan sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu di atas 70 derajat Celsius.

Meski begitu, suhu tinggi bukan berarti membuat makanan aman 100 persen dari seluruh mikroorganisme. Ada jenis bakteri tertentu yang masih dapat bertahan pada suhu tinggi, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit.

“Jadi, bukan berarti kalau sudah 100 derajat itu aman 100 persen. Masih tetap paling enggak, ya, sudah 98 persen lah, gitu kan, ya,” ucapnya dalam webinar bersama IDAI, Jumat (11/9).

Hati-Hati Makanan Anak yang Terlalu Lama di Suhu Ruang

Di Indonesia, suhu ruangan umumnya berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius. Menurut Dokter Damayanti, kondisi tersebut justru dapat mendukung pertumbuhan bakteri.

Ilustrasi makanan basi. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Hal ini penting diperhatikan ketika anak sedang makan. Misalnya, makanan sudah disajikan di meja, tetapi anak tidak langsung menghabiskannya dan makanan dibiarkan begitu saja. Begitu juga dengan bekal anak yang tidak langsung dikonsumsi.

Jadi, Anda bukan hanya jenis makanan yang perlu diperhatikan. Suhu dan cara penyimpanan makanan juga penting untuk menjaga makanan tetap aman dikonsumsi anak ya, Moms.

kumparan post embed