Kumparan Logo

Memahami Tumbuh Kembang Anak Perempuan dan Laki-laki tanpa Membandingkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keluarga bahagia Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga bahagia Foto: Shutterstock

Perkembangan anak perempuan dan laki-laki kerap menjadi bahan perbandingan di kalangan orang tua. Namun, benarkah anak perempuan selalu lebih cepat berkembang dibandingkan anak laki-laki?

Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Reti Oktania, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa memang terdapat perbedaan kecepatan kematangan antara anak perempuan dan laki-laki. Meski begitu, setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda sehingga orang tua sebaiknya tidak menjadikan jenis kelamin sebagai patokan untuk membandingkan kemampuan anak.

“Jadi enggak ada gunanya membandingkan perempuan dan laki-laki karena setiap individu juga pasti akan berbeda-beda,” ucap Reti saat ditanya kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Ilustrasi anak balita. Foto: Shutter Stock

Kenapa Orang Tua Sebaiknya Tidak Membandingkan Perkembangan Anak Perempuan dan Laki-laki?

Menurut Reti, variasi perkembangan antarindividu justru lebih besar dibandingkan variasi berdasarkan jenis kelamin. Artinya, anak perempuan dan laki-laki bisa memiliki kemampuan serta waktu pencapaian perkembangan yang berbeda-beda.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami orang tua terkait tumbuh kembang anak, yaitu:

1. Tahapan perkembangan anak perempuan dan laki-laki tetap sama

Ilustrasi anak dan orang tua. Foto: Thinkstock

Anak perempuan dan laki-laki memiliki tahapan perkembangan atau developmental milestone yang sama. Namun, dalam beberapa aspek, anak perempuan cenderung mencapai tahapan tersebut lebih cepat.

Misalnya, dalam kemampuan bahasa, anak perempuan mungkin sudah bisa mengucapkan kalimat yang terdiri dari empat kata pada usia dua tahun. Sementara itu, anak laki-laki mungkin baru mencapai kemampuan tersebut pada usia dua tahun enam bulan.

2. Perbedaan kecepatan perkembangan bukan berarti anak tertinggal

Reti menjelaskan bahwa anak perempuan cenderung lebih cepat matang dalam aspek kebahasaan dan emosional. Namun, hal tersebut tidak berarti anak laki-laki pasti mengalami keterlambatan perkembangan.

Ilustrasi keluarga bahagia Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keluarga bahagia Foto: Shutterstock

Setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang unik. Karena itu, orang tua perlu melihat kemampuan anak berdasarkan tahapan perkembangan sesuai usianya.

3. Perbandingan sebaiknya berfokus pada kemampuan anak sesuai usia

Menurut Reti, memantau developmental milestone bertujuan membantu orang tua memahami apakah kemampuan anak berkembang sesuai tahapan usianya.

“Jadi bukan antara cewek dan cowok, tapi anak kita dengan standarnya,” tegas Reti.

Ilustrasi balita tidak mudah menyerah. Foto: Shutterstock

Aspek Tumbuh Kembang yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Agar pemantauan perkembangan lebih tepat, orang tua bisa memperhatikan beberapa aspek berikut:

-Kemampuan bahasa: Apakah anak memahami perkataan orang lain (bahasa reseptif) serta mampu mengungkapkan keinginan dan pikirannya (bahasa ekspresif)?

-Motorik kasar: Apakah anak mampu melakukan gerakan yang melibatkan otot besar, seperti berjalan, berlari, atau melompat sesuai usianya?

-Motorik halus: Apakah anak mampu melakukan gerakan yang melibatkan koordinasi mata dan tangan, seperti memegang alat tulis atau mengambil benda kecil?

Ilustrasi balita belajar melompat. Foto: fizkes/Shutterstock

-Personal sosial: Apakah anak mulai mandiri dalam aktivitas sehari-hari, seperti makan sendiri atau belajar mengancingkan baju?

-Kognitif: Apakah anak mulai mampu memahami sesuatu dan menyelesaikan masalah sederhana sesuai tahapan usianya?

Dengan memahami aspek-aspek tersebut, orang tua dapat lebih fokus mendampingi perkembangan anak tanpa terburu-buru membandingkannya dengan anak lain.

kumparan post embed