Kumparan Logo

Membaca Buku Bersama Anak Tak Harus Punya Waktu Khusus, Ini Tipsnya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu dan anak membaca buku Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu dan anak membaca buku Foto: shutterstock

Meluangkan waktu untuk membaca atau membacakan buku untuk anak bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk menghabiskan waktu bersama. Namun, orang tua tidak harus menyediakan waktu khusus untuk melakukannya.

Aktivitas membaca bisa diselipkan di tengah rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan orang tua.

Cara Orang Tua Luangkan Waktu Membaca Buku Bersama Anak di Tengah Kesibukan

1. Manfaatkan Waktu Istirahat di Siang Hari

Ilustrasi Anak membaca Buku Foto: Jeanette Virginia Goh/Shutterstock

Orang tua bisa mengajak anak membaca buku saat siang hari, terutama ketika sedang berada di rumah atau bekerja dari rumah.

Misalnya, di sela waktu istirahat, orang tua dapat mengajak anak memilih buku dan membacanya bersama. Dengan begitu, kegiatan membaca tidak harus menunggu sampai ada waktu luang yang panjang.

2. Jadikan Membaca sebagai Rutinitas Sebelum Tidur

Membaca buku sebelum tidur juga bisa menjadi pilihan quality time yang mudah dilakukan. Aktivitas ini dapat dimasukkan ke dalam rutinitas malam sehingga orang tua tidak perlu menyediakan waktu khusus.

"Terus malam-malam sebelum tidur pasti bacain buku dulu. Jadi, kayak lebih gampang untuk dikaitkan sama rutinitas kita sih, jadi gak harus kayak satu waktu khusus gitu,” ucap penulis buku yang juga pendiri Buibu Baca Buku Book Club (BBB Book Club), Puty Puar, kepada kumparanMOM, Kamis (13/8).

Ilustrasi anak membaca buku. Foto: Shutter Stock

Membaca buku juga dianggap lebih praktis dibandingkan beberapa aktivitas bermain lainnya.

"Kalau buku kan kayak gampang beresinnya,” imbuhnya.

3. Pilih Buku Sesuai Kemampuan Anak

Pemilihan buku juga perlu disesuaikan dengan kemampuan anak. Buku yang terlalu mudah bisa membuat anak cepat bosan. Sementara itu, cerita yang terlalu sulit dan panjang juga dapat membuat anak kehilangan minat.

Salah satu hal yang dapat dipertimbangkan adalah jumlah karakter dalam cerita. Semakin banyak karakter, biasanya alur cerita akan semakin kompleks.

4. Perhatikan Panjang dan Konflik Cerita

Selain jumlah karakter, orang tua bisa melihat seberapa panjang cerita dan berapa banyak konflik yang terdapat di dalamnya. Untuk anak yang masih kecil, buku dengan satu atau dua karakter dan konflik yang sederhana bisa lebih mudah diikuti.

Ilustrasi Ayah Membacakan Buku untuk Anak Foto: Malitskiy/Shutterstock

Sebaliknya, cerita dengan beberapa konflik yang berjalan secara bersamaan dapat terasa lebih membingungkan.

"Jadi itu sih yang bisa diterimbangkan juga waktu memilih buku anak. Kayak panjangnya seberapa banyak, terus konfliknya tuh kan ada yang konfliknya 2, kayak paralel gitu. Nah, itu tuh kadang pusing, jadi dipilih aja,” tegas Puty.

5. Sesuaikan dengan Minat dan Kemampuan Anak

Ilustrasi Ayah membacakan cerita untuk anak. Foto: Butsaya/Shutterstock

Setiap anak memiliki kemampuan membaca dan memahami cerita yang berbeda. Ada anak yang sejak kecil sudah sering membaca sehingga kemampuannya bisa lebih maju dibandingkan teman seusianya.

Oleh karena itu, usia bukan satu-satunya patokan dalam memilih buku. Orang tua juga perlu melihat pengalaman, minat, dan kemampuan anak agar kegiatan membaca tetap terasa menyenangkan dan tidak menjadi beban ya, Moms.

kumparan post embed