Kumparan Logo

Rambut Anak Tiba-Tiba Rontok hingga Menipis? Ini Penyebab yang Sering Terlewat

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rambut Anak Tiba-Tiba Rontok hingga Menipis? Ini Penyebab yang Sering Terlewat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Rambut Anak Tiba-Tiba Rontok hingga Menipis? Ini Penyebab yang Sering Terlewat. Foto: Shutter Stock

Belakangan ini, sejumlah ibu mengeluhkan rambut anak mereka rontok dalam jumlah yang tidak biasa hingga terlihat menipis. Salah satunya diceritakan anggota komunitas Teman kumparanMOM, Anita Ayu.

Kondisi serupa ternyata juga dialami anggota keluarganya yang lain di rumah, mulai dari ibu hingga nenek.

Curhat ibu soal rambut anaknya yang rontok. Foto: Pribadi.

Tak sedikit yang menduga penyebabnya adalah cuaca yang semakin terik atau penggunaan sampo yang tidak cocok. Namun, benarkah demikian?

instagram embed

Menurut Dermatologist, dr. Hafiza Fathan, SpDVE, FINSDV, rambut rontok memang bisa dipengaruhi banyak faktor. Cuaca panas hanya salah satunya dan umumnya bukan menjadi penyebab utama kerontokan yang berasal dari akar rambut.

Ilustrasi anak main di luar. Foto: Shutter Stock

dr. Hafiza menjelaskan, paparan sinar matahari yang berlebihan dapat membuat kulit kepala lebih mudah mengalami iritasi, terutama jika disertai keringat berlebih. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit kepala terasa gatal sehingga anak lebih sering menggaruk.

Akibatnya, batang rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah patah sehingga tampak seperti mengalami kerontokan. Selain itu, kulit kepala yang lembap juga lebih rentan mengalami infeksi jamur atau bakteri yang dapat memperburuk kondisi kulit kepala.

"Jadi panas matahari ini lebih sering menyebabkan kerusakan batang rambut. Jadi tidak langsung membuat folikel rambutnya berhenti untuk tumbuh, tapi pada sebagian anak memang cuaca panas itu bisa memperberat masalah kulit kepala,โ€ ucapnya kepada kumparanMOM, Selasa (23/6).

Ilustasi rambut anak. Foto: Shutterstock

Penyebab Rambut Rontok pada Anak Sangat Beragam

Menurut dr. Hafiza, kerontokan rambut pada anak tidak boleh langsung dikaitkan dengan satu penyebab. Beberapa penyebab yang cukup sering ditemukan antara lain:

-Telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara setelah demam tinggi, infeksi virus, operasi, stres, atau kurang tidur. Biasanya baru muncul 2โ€“3 bulan setelah pencetusnya.

-Infeksi jamur pada kulit kepala yang ditandai area botak berbentuk bulat, bersisik, gatal, dan rambut patah-patah.

-Alopecia areata, penyakit autoimun yang menyebabkan kebotakan berbentuk bulat tanpa sisik.

Ilustrasi masalah rambut anak. Foto: Shutter Stock

-Tarikan rambut yang terlalu sering akibat ikatan atau kepangan yang terlalu kencang.

-Kebiasaan mencabut rambut (trikotilomania).

-Kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, vitamin D, dan zinc.

-Penyakit tertentu, seperti anemia atau gangguan tiroid.

Kenapa Satu Keluarga Bisa Mengalami Kerontokan Bersamaan?

Jika kerontokan terjadi pada beberapa anggota keluarga sekaligus, penyebabnya bisa berasal dari faktor yang sama, seperti infeksi virus yang dialami bersama, perubahan pola makan, stres, penggunaan produk rambut yang sama, kualitas air di rumah, atau infeksi jamur yang menular.

Ilustrasi rambut anak dikepang. Foto: Shutter Stock

Oleh karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa cuaca panas menjadi penyebab utama.

Segera konsultasikan ke dokter jika:

1. Kerontokan berlangsung lebih dari 6โ€“8 minggu.

2. Rambut terlihat semakin menipis hingga kulit kepala mulai tampak.

3. Muncul area botak berbentuk bulat atau tidak beraturan.

4. Kulit kepala terasa sangat gatal, merah, nyeri, bersisik tebal, atau bernanah.

5. Banyak rambut yang patah pada area tertentu.

Tips Menjaga Rambut Anak Tetap Sehat

Ilustrasi sampo. Foto: Lazy_Bear/Shutterstock

1. Gunakan sampo yang lembut dan sesuai kondisi kulit kepala.

2. Hindari terlalu sering berganti sampo jika tidak ada keluhan.

3. Bersihkan kulit kepala setelah banyak berkeringat.

4. Hindari mengikat atau mengepang rambut terlalu kencang.

5. Batasi penggunaan hair dryer panas, catokan, maupun pewarna rambut pada anak.

6. Jangan menggosok rambut terlalu keras saat keramas atau mengeringkan rambut dengan handuk.

7. Pastikan anak mendapat asupan protein, zat besi, vitamin, serta tidur yang cukup.

8. Gunakan topi saat anak beraktivitas lama di bawah sinar matahari.

kumparan post embed