Kumparan Logo

Sering Diajak Ngobrol, Tapi Anak Belum Lancar Bicara? Pastikan 3A Ini Terpenuhi

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi balita bicara. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita bicara. Foto: Shutter Stock

Kemampuan bicara merupakan salah satu aspek perkembangan yang perlu dicapai anak sesuai dengan tahapan usianya. Untuk mendukung perkembangan tersebut, orang tua perlu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi melalui konsep 3A, yaitu asuh, asih, dan asah.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp. A(K), menjelaskan, asuh berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan kesehatan anak. Hal ini mencakup pemberian nutrisi yang cukup, tidur yang berkualitas, hingga kesempatan untuk beraktivitas dan bermain.

Sementara itu, asih merupakan pemenuhan kebutuhan kasih sayang anak. Orang tua perlu memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup setiap hari, baik dari ayah maupun ibu.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), dalam talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Kemudian, asah berkaitan dengan stimulasi yang diberikan kepada anak secara rutin dan berkesinambungan. Menurut dr Marlisye, hal terpenting dalam stimulasi adalah adanya interaksi yang bersifat timbal balik atau dua arah.

“Tidak perlu lama, tapi harus berkualitas. Quality time itu yang paling utama dibutuhkan seorang anak. Nah, kalau ketiga-tiganya ini bisa kita penuhi, maka biasanya perkembangan itu akan sesuai dengan milestone yang memang sudah menjadi patokan,” ujar dr. Lisye dalam acara talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10).

Anak Perlu Diajak Bicara, Bukan Disuruh Bicara

Ilustrasi balita bermain dengan ibu. Foto: Ekkasit A Siam/Shutterstock

Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu menstimulasi kemampuan bicara anak? dr. Lisye mengatakan, hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengajak anak berbicara, bukan sekadar menyuruhnya berbicara.

“Dia harus banyak mendengar kata-kata dulu. Dia dengar kata-kata dengan diajak bicara, kemudian dia akan mencoba memberikan respons,” tegasnya.

Saat anak memberikan respons, orang tua dapat mengulang kata atau kalimat tersebut. Interaksi seperti ini bisa dilakukan berulang-ulang agar anak semakin terbiasa mendengar dan terdorong untuk mencoba mengucapkannya.

Ilustrasi kedekatan orang tua dan anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Mengajak anak berbicara juga tidak harus menunggu waktu khusus. Orang tua dapat melakukannya kapan saja, termasuk saat sedang bermain, makan, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas sederhana bersama.

Jangan Terganggu Ponsel saat Quality Time

Ketika memiliki waktu bersama anak, orang tua sebaiknya meminimalkan berbagai gangguan yang dapat mengurangi kualitas interaksi. Salah satunya adalah penggunaan ponsel. Misalnya, saat sedang menemani anak, orang tua masih menerima email, pesan, atau notifikasi pekerjaan lalu sibuk melihat layar ponsel.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Marlisye Marpaung, M.Ked, Sp.A(K), dalam talkshow Understanding Your Child's Growth: Milestone, Nutrition & Healthy Development bersama Mirugo di Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Menurut dr. Lisye, hal tersebut dapat mengganggu kualitas interaksi antara orang tua dan anak. Sebab, stimulasi yang baik membutuhkan kehadiran orang tua secara utuh dan interaksi dua arah.

Oleh karena itu, tidak perlu menunggu punya waktu berjam-jam untuk menstimulasi kemampuan bicara anak. Manfaatkan waktu yang tersedia untuk benar-benar hadir, mengajak anak berbicara, mendengarkan responsnya, dan memberikan respons kembali.

Dengan interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari, orang tua dapat membantu memberikan stimulasi yang dibutuhkan anak dalam mendukung perkembangan kemampuan bicaranya.

kumparan post embed