Sering Main Gadget Bisa Bikin Mata Anak Juling? Ini Penjelasan Dokter

Penggunaan gadget kini semakin sulit dipisahkan dari keseharian anak, baik untuk hiburan maupun belajar. Lantas, apakah kebiasaan menggunakan gadget bisa menyebabkan mata anak juling?
Dokter Spesialis Mata Konsultan Pediatric Ophthalmology & Strabismus, Dr. dr. Lely Retno Wulandari, SpM (K), mengatakan penggunaan gadget tidak secara langsung menyebabkan mata anak menjadi juling. Namun, kebiasaan melihat layar dalam jarak dekat dapat memicu atau memperburuk mata minus, terutama pada anak yang memang memiliki kecenderungan mengalami kelainan refraksi.
"Kalau secara langsung, itu mungkin tidak, tetapi penggunaan gadget itu akan memicu pada anak-anak yang memang punya kecenderungan akan berisiko mata minus. dan memperburuk mata minusnya," kata dr. Lely dalam acara Press Conference Pusat Operasi Mata Juling bersama RS Mata JEC Menteng di Jakarta Pusat, Senin (10/8).
Terlalu Lama Melihat Jarak Dekat Bisa Memengaruhi Mata Anak
Menurut Lely, anak yang terlalu lama menggunakan gadget akan terus memfokuskan pandangan pada objek dalam jarak dekat. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan pertambahan ukuran minus pada anak.
"Karena anak-anaknya fokusnya melihat dalam jarak dekat terus, jadi ngejar fokusnya cuma itu saja makanya makin panjang," ujarnya.
Masalahnya, orang tua terkadang terlambat menyadari anak mengalami gangguan penglihatan. Saat melihat dari jarak dekat, anak mungkin masih terlihat baik-baik saja. Kondisi tersebut baru lebih mudah terlihat ketika anak mulai bersekolah dan membutuhkan kemampuan melihat objek yang jauh.
"Baru kalau sekolah, melihat jauh baru. berasanya saat sudah sekolah, usia sekolah dasar baru tahu,” tegasnya.
Mata Juling Bisa Menjadi Komplikasi Kelainan Mata
Lely menjelaskan, pada kondisi tertentu, mata juling bisa terjadi karena anak memiliki gangguan penglihatan seperti mata minus yang tidak dikoreksi dengan kacamata.
Seiring pertumbuhan anak, bola mata juga ikut berkembang. Jika penglihatannya tidak fokus dengan baik, posisi kedua mata bisa menjadi tidak sejajar.
"Jadi, julingnya itu komplikasinya. Sekundernya yang disebabkan oleh kelainan kacamata," jelasnya.
Untuk kondisi tertentu, mata juling yang berkaitan dengan gangguan penglihatan dapat ditangani menggunakan kacamata dengan prisma. Namun, pada kasus lainnya, dokter mungkin mempertimbangkan penanganan berbeda sesuai kondisi mata anak.
Oleh karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan tanda gangguan penglihatan, seperti anak kesulitan melihat jauh, sering menyipitkan mata, atau posisi kedua mata tampak tidak sejajar. Jika menemukan tanda tersebut, pemeriksaan mata dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya ya, Moms.
