Viral Warga Antre Kurma Muda di Masjid Mojokerto untuk Promil, Benarkah Efektif?

Kurma muda yang sedang dipanen dari sebuah pohon di halaman Masjid Al Mubarok, Kota Mojokerto, belakangan menjadi perhatian warga. Tak sedikit orang rela mengantre demi mendapatkan kurma muda yang dibagikan secara gratis. Bahkan, ada warga dari Jawa Barat hingga Kalimantan Timur yang ikut mengantre karena percaya kurma muda tersebut bisa membantu program hamil atau promil.
Pohon tersebut pertama kali ditanam oleh seorang warga bernama Aji Nur Musofa sekitar tahun 1990-an dan baru berbuah setelah 11 tahun ditanam, tepatnya pada 2001. Kini, pohon tersebut rutin berbuah hingga empat kali dalam setahun. Buahnya tidak diperjualbelikan untuk umum, melainkan dibagikan kepada masyarakat yang mendaftarkan diri sebelum masa panen dan memberikan infak untuk masjid.
Seiring berjalannya waktu, muncul pula kepercayaan di masyarakat bahwa kurma muda dari pohon tersebut dapat membantu melancarkan kehamilan. Lantas, benarkah kurma muda memiliki manfaat khusus untuk meningkatkan kesuburan?
Benarkah Kurma Muda Bisa Meningkatkan Peluang Hamil?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa kurma muda secara khusus dapat meningkatkan peluang seseorang untuk hamil.
Meski begitu, kurma memang memiliki kandungan gizi yang baik, seperti mineral, vitamin, polifenol, flavonoid, dan berbagai senyawa antioksidan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya kemungkinan manfaat produk kurma terhadap kesehatan reproduksi.
“Tapi yang perlu digarisbawahi, sebagian besar masih berasal dari penelitian pada hewan, penggunaan ekstrak, atau bagian tanaman kurma lainnya. Jadi, belum bisa disimpulkan bahwa makan kurma muda sebagai buah secara langsung meningkatkan peluang kehamilan pada manusia,” ujar dr. Indra kepada kumparanMOM, Sabtu (23/8).
Disarankan, kurma muda sebaiknya tidak dianggap sebagai “obat penyubur”. Mendukung kesehatan tubuh dan memenuhi kebutuhan nutrisi tidak sama dengan sudah terbukti secara klinis dapat meningkatkan kesuburan.
Kandungan Kurma dan Kaitannya dengan Kesuburan
Sampai saat ini, belum ada kandungan tertentu dalam kurma muda yang terbukti secara klinis dapat meningkatkan angka kehamilan atau kelahiran hidup (live birth) pada manusia. Kurma memang mengandung antioksidan yang secara teori dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yang berkaitan dengan kesehatan sel reproduksi dan kualitas sperma.
Beberapa penelitian eksperimental juga menunjukkan kemungkinan adanya perbaikan jumlah, motilitas, dan viabilitas sperma setelah diberikan produk tertentu yang berasal dari kurma.
“Pada perempuan juga mulai ada penelitian yang melihat pengaruh produk kurma terhadap beberapa parameter reproduksi. Tetapi sekali lagi, ini belum berarti bahwa makan kurma otomatis membuat seseorang lebih mudah hamil,” tegasnya.
Bolehkah Makan Kurma Muda Saat Promil?
Menurut dr. Indra, kurma muda boleh dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat selama program hamil. Namun, konsumsi kurma perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu sehingga perlu membatasi asupan gula. Sampai saat ini, belum ada dosis khusus kurma muda yang terbukti secara ilmiah paling optimal untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Oleh karena itu, yang sedang promil tidak perlu mengonsumsi kurma dalam jumlah berlebihan hanya karena berharap bisa cepat hamil. Hal yang jauh lebih penting selama promil, yakni:
-Memastikan pola makan seimbang
-Menjaga berat badan ideal
-Menghindari rokok dan alkohol
-Serta mengelola penyakit yang sudah ada
-Jika kehamilan belum juga terjadi sesuai waktunya, pasangan juga sebaiknya melakukan evaluasi kesuburan.
Jadi, kurma muda tetap boleh dinikmati karena merupakan salah satu makanan yang bernutrisi. Namun, jangan sampai menganggap kurma muda sebagai terapi kesuburan yang sudah terbukti secara ilmiah, ya, Moms.
