Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek

Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang
Tulisan dari Eka Indriyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PBL) adalah metode pengajaran di mana siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dengan bekerja untuk jangka waktu yang lama untuk menyelidiki dan menanggapi pertanyaan, masalah, atau tantangan yang otentik, menarik, dan kompleks.
Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, guru membuat pembelajaran menjadi hidup bagi siswa. Siswa mengerjakan proyek dalam jangka waktu yang lama dari seminggu hingga satu semester yang melibatkan mereka dalam memecahkan masalah dunia nyata atau menjawab pertanyaan kompleks. Mereka menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mereka dengan menciptakan produk atau presentasi publik untuk audiens yang nyata.
Akibatnya, siswa mengembangkan pengetahuan konten yang mendalam serta keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi. Pembelajaran Berbasis Proyek melepaskan energi kreatif yang menular di antara siswa dan guru.
Metode Pembelajaran Berbasis Proyek ini berawal dari isi Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020. Metode pembelajaran berbasis proyek ini memiliki tujuan utama memberikan pelatihan kepada siswa agar dapat berkolaborasi dan berkarya bersama dan berempati dengan orang lain.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Metode Pembelajaran Berbasis Proyek ini sangat efektif diterapkan pada siswa dengan membentuk kelompok belajar kecil yang mengerjakan proyek, eksperimen, dan inisiatif.
Setiap metode pembelajaran pastinya memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu juga dengan metode pembelajaran berbasis proyek ini juga memiliki tujuan yaitu :
Melatih sifat kolaboratif siswa.
Melatih kemampuan siswa dalam memecahkan masalah.
Mengasah kemampuan siswa dalam menguraikan permasalahan.
Meningkatkan keaktifan siswa dalam menyelesaikan masalah yang komplek sampai menjadi hasil.
Mengasah keterampilan siswa dalam memanfaatkan benda di sekitar untuk dijadikan alat dan bahan dalam aktivitas belajar.
Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek, proyek adalah sarana untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan penting yang perlu dipelajari siswa. Proyek berisi dan membingkai kurikulum dan instruksi. Pembelajaran Berbasis Proyek membutuhkan pemikiran kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan berbagai bentuk komunikasi sesuai tujuan pembelajaran.
Siswa memiliki kebebasan untuk mendefinisikan pembelajaran mereka sendiri, mengerjakan proyek pembelajaran kolaboratif hingga hasil yang dicapai dalam bentuk produk. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan metode pembelajaran berbasis proyek.
Adapun kelebihan pembelajaran berbasis proyek adalah meningkatkan ketekunan siswa saat pembelajaran, suasana belajar menjadi lebih menyenangkan karena siswanya aktif, keterampilan siswa dalam mengelola proyek semakin terasah, meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, dan melatih sifat kolaboratif di dalam kelas.
Berikutnya kekurangan pembelajaran berbasis proyek adalah membutuhkan peralatan yang lebih kompleks, waktu yang dibutuhkan lebih lama, perbedaan topik yang diberikan oleh guru bisa menimbulkan ketidakpahaman siswa tentang keseluruhan topik, dan proyek akan terhambat jika siswanya pasif dan kesulitan dalam mengumpulkan data.
Itulah pembahasan pembelajaran berbasis proyek kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Terima kasih.
