Tren Diet Populer 2025: Efektif atau Berbahaya?

Dokter - Klinik Ibunda Banjarnegara
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ekanursejati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jangan Asal Ikut Tren! Ini Risiko di Balik Diet Populer 2025
Tahun berganti, tren diet pun ikut berubah. Di 2025, banyak orang kembali mencari cara tercepat untuk hidup lebih sehat atau menurunkan berat badan. Dari sosial media hingga menu katering sehat, berbagai metode diet bermunculan. Tapi, tidak semua diet yang populer benar-benar aman atau efektif dalam jangka panjang.

Mari kita ulas beberapa diet populer 2025 — mana yang bisa kamu coba, dan mana yang sebaiknya diwaspadai.
1. Intermittent Fasting (Puasa Berkala)
✅ Efektif, dengan catatan
Puasa berkala seperti 16:8 atau 5:2 masih populer karena dinilai sederhana dan fleksibel. Studi menunjukkan, IF dapat membantu mengontrol berat badan dan kadar gula darah.
Perlu dicatat: Tidak cocok untuk penderita gangguan makan, wanita hamil, atau orang dengan jadwal aktivitas berat tanpa asupan yang cukup.
2. Dukan Diet
⚠️ Berisiko
Diet tinggi protein dan rendah karbohidrat ini kembali naik daun, terutama di kalangan fitness. Namun, diet Dukan cenderung ekstrem, terutama di fase awal yang nyaris tanpa karbohidrat.
Risiko: Bisa membebani ginjal, menyebabkan kelelahan, dan tidak ramah untuk jangka panjang.
3. Raw Vegan (Makanan Mentah Nabati)
⚖️ Bisa efektif, tapi perlu perencanaan matang
Mengonsumsi makanan nabati mentah seperti buah, sayur, kacang, dan biji-bijian dipercaya menjaga enzim alami makanan. Diet ini kaya serat dan antioksidan.
Catatan: Sulit mencukupi kebutuhan protein dan vitamin B12. Bisa menurunkan imunitas jika tidak diseimbangkan dengan baik.
4. CICO (Calories In, Calories Out)
✅ Logis, tapi terlalu menyederhanakan
CICO berprinsip: asalkan kalori masuk < kalori keluar, berat badan akan turun. Secara teori benar, namun tak semua kalori punya efek yang sama terhadap tubuh.
Kritik: Mengabaikan kualitas makanan dan bisa mendorong pola makan tidak sehat asal rendah kalori.
5. Carnivore Diet
❌ Berbahaya jika diterapkan jangka panjang
Diet ini ekstrem karena hanya mengandalkan daging dan produk hewani. Meski beberapa orang mengklaim manfaat cepat seperti penurunan berat badan dan peningkatan energi, penelitian jangka panjang masih minim.
Risiko: Kekurangan serat, vitamin C, dan meningkatkan kolesterol.
Kesimpulan
Tidak semua tren diet layak diikuti meski terlihat ampuh di media sosial. Diet terbaik adalah yang bisa dijalani secara konsisten, sesuai kebutuhan tubuh, dan tidak membahayakan kesehatan dalam jangka panjang.
Sebelum ikut-ikutan tren diet 2025, tanyakan dulu pada diri sendiri:
Apakah ini sesuai dengan gaya hidupku? Apakah aman untuk kesehatanku?
Dan jangan ragu konsultasikan dengan ahli gizi!
