Komunikasi Nonverbal, Aspek Krusial Komunikasi Interpersonal

Mahasiswi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Eka Sumartini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komunikasi nonverbal berperan penting dalam proses komunikasi. Seperti halnya fenomena menilai gesture atau gerak tubuh dalam proses wawancara seringkali dilakukan untuk mengulik lebih dalam maksud pesan yang ingin disampaikan. Saat terjadi kasus-kasus di publik yang sedang hangat dibicarakan, jurnalis media massa banyak yang mengambil sudut pandang dari para pakar pengamat ekspresi dan gerak tubuh untuk menjelaskan makna komunikasi nonverbal dari subyek. Lalu, seberapa krusial peran komunikasi nonverbal dalam menilai pesan yang disampaikan? Apakah komunikasi nonverbal hanya sebatas gestur dan ekspresi saja?
Komunikasi nonverbal menurut Mark L. Knapp merupakan segala bentuk komunikasi tanpa menggunakan bahasa lisan maupun tulisan. Dalam implementasinya, komunikasi nonverbal memiliki enam fungsi yang terkorelasi dengan komunikasi verbal. Menurut Paul Ekman (1965) dan Mark L. Knapp (1972) dalam Mulyana (2017) enam fungsi tersebut diantaranya adalah repetisi (mengulang pesan verbal), aksentuasi (memperkuat pesan verbal), komplemen (melengkapi pesan verbal), kontradiksi (menentang pesan verbal), subtitusi (menggantikan pesan verbal), dan regulasi (mengontrol pesan verbal).
Dalam melakukan komunikasi interpersonal sehari-hari, komunikasi nonverbal tidak bisa dihindari. Hal ini dikarenakan komunikasi nonverbal tidak hanya sebatas ekspresi atau gerak tubuh saja, presensi, busana, bahkan aksesoris tubuh juga merupakan bagian dari komunikasi nonverbal yang bisa diinterpretasikan oleh orang lain. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Birdwhistell (1977) dalam Chelcea et al., (2005) bahwa kontribusi komunikasi melalui suara dan tubuh menyumbang persentase sebesar 65% dibandingkan dengan komunikasi melalui kata yang memberikan kontribusi sebesar 35% (Gheorghiţa, 2012). Hal ini membuktikan bahwa dalam melakukan komunikasi interpersonal, mayoritas komunikasi yang digunakan adalah komunikasi nonverbal.
Ungkapan populer “we cannot not communicate” membuktikan bahwa manusia tidak akan bisa tanpa komunikasi. Mengacu pada hasil penelitian sebelumnya, komunikasi nonverbal dapat unggul karena manusia lebih banyak berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Penggunaan atribut-atribut dalam diri, selama diinterpretasikan oleh orang lain, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai proses komunikasi. Dalam proses interaksi sehari-hari, melakukan observasi terhadap tatapan mata orang lain, intonasi suara, maupun gerak tubuh seringkali dianggap sebagai reaksi yang lebih jujur daripada menggunakan kata-kata verbal.
Salah satu kasus yang dapat dijadikan implementasi kuatnya pesan nonverbal adalah kasus pengeroyokan pemuda hingga tewas oleh orang tak dikenal hanya karena tatapan mata. Dilansir dari Kompas, kasus yang terjadi pada tahun 2017 itu dilatarbelakangi karena pelaku merasa tersinggung dengan tatapan mata yang diberikan korban. Interpretasi negatif pelaku terhadap pesan nonverbal korban menyebabkan respon yang tak terduga. Dampak yang disebabkan oleh komunikasi nonverbal tersebut juga bergantung pada faktor sosial dan budaya dari masyarakat tempat mereka tinggal. Di Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki stereotip masyarakat yang ramah. Dengan demikian, tatapan mata yang diinterpretasikan pelaku secara negatif memiliki kemungkinan disebabkan oleh faktor sosial dan budaya di sekitarnya.
Perkembangan zaman yang semakin maju memperluas adanya bentuk pesan nonverbal. Beberapa peneliti mulai mengkaji efektivitas pesan nonverbal dalam rangka memengaruhi keberhasilan proses komunikasi dalam berbagai bidang, seperti bisnis dan pendidikan. Penelitian menyebutkan bahwa dengan pemahaman dan penguasaan keterampilan komunikasi nonverbal yang meningkat sejalan lurus dengan peningkatan komunikasi dalam berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari (Humam Ramadhan et al., 2023).
Referensi :
Gheorghiţa, N. (2012). The Role of the Nonverbal Communication in Interpersonal Relations. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 47, 552–556. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.06.694
Zebua, D.J. (2017, Mei 2). Dua pemuda ini bunuh orang tak dikenal hanya karena saling menatap. (Regional Kompas). Diakses dari https://regional.kompas.com/read/2017/05/02/18132491/dua.pemuda.ini.bunuh.orang.tak.dikenal.hanya.karena.saling.menatap
Humam Ramadhan, F., Faizatuz Zuhriyah, N., Siti Marlina, N., & Elan Maulani, I. (2023). Menggali Potensi Komunikasi Nonverbal dalam Interaksi Manusia pada Pola Komunikasi Lingkaran. Edunity Kajian Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(2), 308–315. https://doi.org/10.57096/edunity.v2i2.64
