Konten dari Pengguna

Green Jobs: Peluang Karier Hijau bagi Generasi Muda

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Eka Yutriaskia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peluang karier ramah lingkungan bagi generasi muda. Dibuat menggunakan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peluang karier ramah lingkungan bagi generasi muda. Dibuat menggunakan AI.

Green Jobs merupakan peluang karier yang semakin menarik untuk dipelajari oleh generasi muda, termasuk mahasiswa Ekonomi dan Bisnis. Saya mengetahui pelatihan Green Jobs dari informasi yang dibagikan melalui Instagram kampus, kemudian mengikuti pelatihan daring yang diselenggarakan oleh FEB UGM dan CCEP melalui platform "Skills for Impact".

Dalam pelatihan Green Jobs, saya mempelajari lima materi utama yang saling berkaitan. Materi tersebut meliputi pekerjaan ramah lingkungan, pemikiran sistemik dan desain solusi, keterampilan teknis dan digital untuk ekonomi sirkular, keterlibatan pemangku kepentingan dan perubahan perilaku, serta jalur karier hijau dan kewirausahaan. Setiap materi memberikan sudut pandang baru tentang hubungan antara dunia kerja, kegiatan bisnis, dan keberlanjutan lingkungan.

Memahami Sistem dan Solusi Berkelanjutan

Materi pertama membahas pekerjaan ramah lingkungan atau Green Jobs. Dari materi ini, saya memahami bahwa pekerjaan ramah lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pelestarian alam, tetapi juga mencakup pekerjaan yang membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Artinya, berbagai bidang pekerjaan dapat ikut berkontribusi melalui cara kerja yang lebih bertanggung jawab. Materi pemikiran sistemik dan desain solusi mengajarkan saya bahwa masalah lingkungan perlu dipahami dari berbagai sisi. Sebagai contoh, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, tetapi juga dengan proses produksi, konsumsi, dan pengelolaan limbah. Karena itu, solusi yang dibuat perlu mempertimbangkan hubungan antara berbagai faktor agar hasilnya lebih efektif.

Keterampilan untuk Mendukung Ekonomi Sirkular

Pada materi keterampilan teknis dan digital untuk ekonomi sirkular, saya belajar bahwa teknologi dan keterampilan digital dapat mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Ekonomi sirkular sendiri mendorong penggunaan kembali bahan atau produk agar tidak langsung menjadi limbah. Menurut saya, pemahaman ini penting karena dunia kerja semakin membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Selanjutnya, materi keterlibatan pemangku kepentingan dan perubahan perilaku menjelaskan pentingnya kerja sama dalam menciptakan perubahan. Upaya menjaga lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan individu. Perubahan juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan menggunakan sumber daya dengan lebih bijak.

Peluang Karier Hijau bagi Generasi Muda

Materi terakhir membahas jalur karier hijau dan kewirausahaan. Dari materi ini, saya melihat bahwa Green Jobs dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan karier sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Peluang tersebut tidak terbatas pada pekerjaan yang berhubungan langsung dengan alam, tetapi juga dapat ditemukan dalam bidang bisnis, pengelolaan usaha, teknologi, dan berbagai sektor lainnya yang menerapkan prinsip keberlanjutan. Bagi mahasiswa Ekonomi dan Bisnis, materi ini cukup relevan karena kegiatan bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Begitu pula dalam kewirausahaan, pelaku usaha dapat mulai mempertimbangkan penggunaan bahan yang lebih ramah lingkungan, pengurangan limbah, dan pengelolaan sumber daya secara efisien.

Pentingnya Mengenal Green Jobs Sejak Dini

Menurut saya, mengikuti pelatihan Green Jobs memberikan pengetahuan baru tentang hubungan antara dunia kerja, kegiatan bisnis, dan keberlanjutan lingkungan. Lima materi yang dipelajari membantu saya memahami bahwa perubahan menuju kegiatan ekonomi yang lebih ramah lingkungan membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kerja sama, dan perubahan perilaku. Saya juga menyadari bahwa mempersiapkan karier tidak hanya berarti mempelajari keterampilan yang dibutuhkan perusahaan, tetapi juga memahami tantangan yang akan dihadapi dunia kerja pada masa mendatang. Oleh karena itu, generasi muda perlu mulai mengenal Green Jobs dan peluang yang tersedia sejak masih berada di bangku kuliah. Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh FEB UGM dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia melalui platform Skills for Impact, saya mendapatkan gambaran awal mengenai peluang karier hijau dan pentingnya keberlanjutan dalam dunia kerja. Saya berharap pengetahuan ini dapat menjadi bekal untuk terus belajar dan mempertimbangkan aspek lingkungan dalam kegiatan profesional maupun kehidupan sehari-hari.