Konten dari Pengguna

Guru Pewaris Nabi?

Eko Suryo Pranoto

Eko Suryo Pranoto

Guru di Sekolah IAS Al-Jannah

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Eko Suryo Pranoto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guru merupakan salah satu profesi yang sering kita temui. Di hampir setiap desa, pasti ada guru. Guru bukan hanya menjadi seorang yang mendidik murid-muridnya di depan kelas, namun lebih dari itu, guru adalah sosok yang menjadi panutan bagi muridnya. Mereka mengajarkan kebaikan, kata-kata yang keluar dari mulutnya merupakan sebuah kebajikan yang akan dipraktikkan oleh muridnya.

Beberapa murid di sekolah ketika ditanya cita-citanya saat besar, satu dari sepuluh murid ingin menjadi guru. Kenapa? Karena dengan menjadi guru mereka dapat mengajar. Mereka bisa mengajar di depan kelas, bahkan bisa menjadi publik figure bagi murid-muridnya. Ada lagi murid yang lainnya yang mengatakan dia tidak ingin menjadi guru, karena bagi dia, tugas dan tanggung jawab seorang guru sangat berat, dan gajinya kecil.

Setiap orang memiliki cita-cita dan harapannya masing-masing. Mereka tidak ingin menjadi guru karena faktor penghasilan. Anak-anak zaman sekarang ingin bercita-cita memiliki uang yang banyak tanpa harus bekerja keras, misalnya menjadi penggiat media sosial. Mereka hanya membuat sebuah video, lalu mereka upload ke media sosial, tak lama penghasilan mereka pun bertambah. Bayangkan jika menjadi guru, mereka harus membuat program-program seabrek yang memang jarang orang akan membacanya, jangankan guru, pengawas sekolah pun jika disodorkan program-program, dia akan menjawab “iya-iya, hm” sebuah kata yang menurut sebagian orang adalah kata-kata pamungkas tanpa harus membaca lebih detail, dan langsung disetujui.

Tidak hanya membuat administrasi mengajar, guru juga harus berhadapan dengan para wali murid yang komplain ketika anaknya terjatuh di lapangan, ketika anaknya berkelahi dengan temannya di sekolah, bahkan ada beberapa wali murid yang selalu complain jika anaknya terjadi apa-apa. Bayangkan, guru harus menghadapi itu semua, dan harus segera diselesaikan, sehingga konflik tidak berkepanjangan. Belum lagi, jika murid di kelasnya tidak bisa mencapai target nilai, padahal sudah berbagai cara yang dilakukan oleh guru agar anak tersebut mencapai target nilai, namun sebagian orang lupa bahwa setiap anak memiliki kecerdasannya yang berbeda-beda.

Guru bukan profesi yang menjanjikan, namun dengan menjadi guru, kebaikan-kebaikan itu akan datang, bukankah guru sama dengan ulama? Yang kata Nabi Muhammad, ulama merupakan pewaris para nabi. Emang ada seorang nabi yang beban tugas kerjanya sedikit? Tidak ada! Itulah mengapa beban dan tugas guru sangat berat, karena guru adalah pewaris nabi.

Menjadi guru merupakan sebuah profesi yang jarang diminati oleh anak-anak zaman sekarang. Guru adalah pewaris nabi. (foto pribadi)