Konten dari Pengguna

Tahun Baru Bukan Sekedar Pergantian Tahun

Eko Suryo Pranoto
Guru di Sekolah IAS Al-Jannah
31 Desember 2025 11:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Tahun Baru Bukan Sekedar Pergantian Tahun
Setiap akhir bulan Desember, orang-orang akan disibukkan dengan moment yang selalu mereka lakukan yaitu pergantian tahun baru. Bagi sebagian orang, tahun baru merupakan moment yang sangat berharga
Eko Suryo Pranoto
Tulisan dari Eko Suryo Pranoto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap akhir bulan Desember, orang-orang akan disibukkan dengan moment yang selalu mereka lakukan yaitu pergantian tahun baru. Bagi sebagian orang, tahun baru merupakan moment yang sangat berharga, karena dengan adanya tahun baru, mereka bisa berkumpul dengan keluarga, teman, bahkan sahabat yang selalu menemani mereka selama satu tahun belakangan.

ADVERTISEMENT
Namun ada juga beberapa kelompok orang yang tidak melakukan perayaan tahun baru. Dengan alasan bahwa semua hari merupakan hari yang bagus, dan selalu bermakna. Mereka memandang tahun baru adalah sebuah kegiatan yang sia-sia. Berapa puluh ribu, bahkan ratusan sampai jutaan uang habis begitu saja, hanya untuk memeriahkan pergantian tahun.
ADVERTISEMENT
Lalu, bagaimana Islam memandang pergantian tahun? Sebagai seorang muslim, seyogyanya harus memahami makna yang terkandung dalam pergantian tahun tersebut. Sebisa mungkin seorang muslim harus mengerti tujuan pergantian tahun.
Dialah Allah yang telah menjadikan matahari sebagai penerangan dan menjadikan bulan sebagai cahaya, serta menetapkan sistem tersebut pada tempat-tempat orbitnya supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan.” (QS Yunus: 5)
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan tentang pergantian waktu. Ayat tersebut mengajak kita untuk merenungi karya Allah yang menciptakan matahari sebagai sumber penerangan utama dan rembulan sebagai cahaya yang menerangi malam. Ayat tersebut juga memberikan pengetahuan tentang alam raya yang diciptakan untuk kepentingan manusia.
Tahun baru yang sering kali orang-orang lakukan adalah dengan menyalakan kembang api, mengucapkan selamat tahun baru, pengharapan kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya, merupakan hal yang sering terjadi padaa saat pergantian tahun baru. Namun dalam perspektif Islam, tahun baru bukan sekedar perayaan atau euforia sesaat. Tahun baru merupakan moment perenungan untuk kita bisa berbuat baik lagi, dan beribadah lebih taat lagi.
ADVERTISEMENT
Islam memandang waktu sebagai amanah. Setiap detik yang berlalu tidak akan kembali. Pergantian tahun baru sejatinya mengingatkan manusia bahwa umur terus berkurang. Sementara tanggung jawab semakin besar. Tahun baru bukan sekedar bertambahnya usia, tetapi apakah tahun baru kualitas keimanan, akhlak, dan amal perbuatan kita semakin lebih baik?
Tahun baru merupakan perubahan. Alam bergerak sesuai siklusnya, siang dan malam berganti, bulan bergeser, dan musim pun silih berganti. Islam mengajarkan bahwa perubahan adalah keniscayaan, tetapi arah perubahan itu harus dijaga. Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri.
Tahun baru merupakan simbol ajakan untuk memperbaiki niat, memperhalus diri, dan meluruskan tujuan hidup. Makna tahun baru adalah muhasabah, atau yang biasa kita kenal dengan introspeksi diri. Apa saja yang telah kita lakukan selama satu tahun kemarin? Berapa banyak kegiatan yang berguna dan tidak berguna yang telah kita lakukan. Muhasabah bukan untuk menyesali masa lalu secara berlebihan, tetapi untuk belajar agar bisa melangkah lebih baik lagi.
ADVERTISEMENT
Islam menempatkan kehidupan dunia sebagai ladang, sementara akhirat adalah tempat panen. Pergantian tahun seharusnya menyadarkan kita agar tidak larut dalam kesibukan yang melalaikan, tetapi menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Bekerja, belajar, dan meraih cita-cita adalah bagian dari ibadah.
Pada hakikatnya, tahun baru dalam pandangan Islam adalah kesadaran. Sadar bahwa waktu terus berjalan, sadar bahwa hidup memiliki tujuan, dan sadar bahwa setiap langkah akan dimintai pertanggungjawaban. Tidak perlu pesta berlebihan untuk menyambut tahun baru, cukup dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hakikat tahun baru adalah kesadaran. Sadar bahwa waktu terus berjalan, sadar bahwa hidup memiliki tujuan. (foto pribadi)