Presiden Prabowo: Indonesia Targetkan "National Champion" Dimulai dari Magelang

Dosen dan Pengamat Kebijakan Publik
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Dr Eko Wahyuanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Negara besar tidak boleh hanya menjadi tujuan pasar. Karena itu industrialisasi merupakan tahapan penting bagi kebangkitan dan kemandirian teknologi suatu bangsa. Tanpa industri, riset dan teknologi hanya menjadi tumpukan catatan tidak berdampak.
Temuan inovasi lahir dari teori dan eksperimen, harus berubah menjadi produksi dalam industri nyata. Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian industri perakitan kendaraan listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang menyatakan, sikap politik ekonomi Indonesia jelas, industrialisasi produksi berbasis teknologi bersih menjadi fase krusial menciptakan kedaulatan energi berbasis energi hijau.
Industrialisasi merupakan tahapan penting dalam kebangkitan teknologi suatu bangsa. Menurut presiden, penguasaan teknologi harus mampu diolah menjadi industri bernilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.
Industri dan Kemandirian Energi.
Industrialisasi merupakan bagian akhir dari kebangkitan teknologi suatu bangsa. Kehadiran industri kendaraan listrik dalam negeri, langkah konkret bahwa Indonesia sedang memperkuat struktur industri nasional dan mengurangi ketergantungan komponen impor. Sektor otomotif komersial, sebagai backbone atau tulang punggung logistik nasional.
Sangat strategis jika mampu mengubah penggerak dari sumber energi fosil ke listrik. Artinya peresmian industri otomotif dengan bahan bakar listrik, memperbaiki neraca perdagangan domestik.
Presiden Prabowo melihat adanya relasi kuat antara industri dengan kemandirian energi dan pangan. Subsidi BBM sebagai beban APBN dapat dialihkan ke sektor produktif. Kendaraan listrik solusinya. Dengan memproduksi sendiri, Indonesia mengurangi ketergantungan pada gejolak harga minyak dunia tidak menentu akibat konflik antar bangsa.
Data menunjukkan, transportasi mengonsumsi porsi besar dalam kuota energi nasional. Kehadiran perakitan lokal VKTR di Jawa Tengah diharapkan mampu memperpendek rantai pasok dan berdampak pada efisiensi biaya logistik nasional. Jika biaya logistik turun, harga pangan dan barang konsumsi di tingkat masyarakat akan stabil.
Status National Champion
Visi Presiden Prabowo jelas, Indonesia harus memiliki “national champion” sektor otomotif. Melihat Jepang dan Korea Selatan yang telah melahirkan produk “national champion”, dengan mobil nasional berbagai merek, harusnya Indonesia juga mampu. Sebab dengan national champion bukan berarti memiliki merek unggulan, tetapi simbol kedaulatan industri dan harga diri bangsa di mata dunia.
Karena itu tidak berlebihan jika Presiden menaruh harapan besar pada VKTR untuk mengisi kekosongan itu. Targetnya tidak main-main. Dalam beberapa tahun ke depan, merek lokal harus sejajar dengan merk dari negara-negara pemain global.
Bagi sektor swasta nasional hal ini merupakan tantangan dan harus dibuktikan dengan sistem manajerial dan inovasi mereka. Di sinilah pentingnya konsistensi dalam mengambil peran strategis dan keberanian untuk melakukan investasi sektor kendaraan listrik. Tentu bukan investasi jangka pendek, tetapi sebuah pertaruhan teknologi membutuhkan visi panjang.
Hilirisasi Transformasi Ekonomi
Industri kendaraan listrik merupakan bukti keberhasilan program hilirisasi yang selalu didengungkan oleh presiden. Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi barang jadi. Nikel yang tadinya diekspor sebagai bahan mentah dapat diolah menjadi baterai untuk unit kendaraan listrik secara utuh.
Negara sebesar Indonesia harus mampu membangun kemandirian di sektor strategis, khususnya energi dan pangan. Kehadiran industri kendaraan listrik dinilai sebagai langkah konkret menuju kemandirian energi sekaligus penguatan struktur industri nasional.
Saat ini sedang terjadi transformasi ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis manufaktur. Fokus pemerintah memastikan industri dalam negeri tumbuh berlipat. Sehingga tercipta lapangan kerja terampil, transfer teknologi, dan basis pajak nasional menguat.
Presiden juga memberikan sinyal kuat kepada kabinet dan jajarannya, negara harus berdiri di atas hukum dan konsensus untuk mendukung industrialisasi. Tidak boleh ada hambatan birokrasi bagi industri yang terbukti telah memberikan nilai tambah bagi ekonomi domestik. Hilirisasi menjadi harga mati bagi urat nadi kedaulatan ekonomi.
Dampak Sosial Kehadiran industri
Industri kendaraan listrik di Magelang diharapkan menggerakkan ekonomi regional. Efek domino dari industri otomotif sangat luas. Industri komponen skala kecil dan menengah (UKM) akan tumbuh di sekitar ekosistem pabrik.
Demikian strategi pemerintah mendistribusikan pusat pertumbuhan ekonomi agar tidak tertumpu di Jakarta.
Lapangan kerja tercipta bukan hanya tenaga kasar, tetapi tenaga teknis berkemampuan profesional. Anak-anak muda Indonesia memiliki tempat mengaplikasikan ilmu teknik mereka di tanah air sendiri. Dengan demikian kata presiden, kebangkitan industri adalah kebangkitan martabat tenaga kerja kita.
Ketidakpastian dunia dan krisis energi mengancam banyak negara termasuk Indonesia. Tetapi memilih untuk tetap solid dan fokus pada penguatan internal, sebuah sikap dan strategi yang tepat. Untuk memastikan bahwa di tengah dinamika global, kita memiliki benteng ekonomi kuat. Industri kendaraan listrik salah satu pilar benteng tersebut.
Kebijakan strategis diambil untuk memastikan Indonesia siap menghadapi krisis energi masa depan. Dengan beralih ke listrik, berarti sudah memanfaatkan sumber daya domestik, sebagai proteksi alami terhadap tekanan eksternal.
Magelang akan dicatat sebagai momentum menegaskan bahwa Indonesia berhenti menjadi penonton dan mulai menentukan arahnya sendiri sebagai pemain utama. Berhenti menjadi pasar dan mulai menjadi produsen.
Mempertegas arah pembangunan nasional bertumpu pada tiga pilar: hilirisasi, inovasi, dan kemandirian.
Fokus pemerintah bagaimana memastikan momentum di Magelang bergulir ke daerah-daerah lain. Sektor transportasi publik listrik harus segera diakselerasi di seluruh kota besar sebagai langkah lanjutan.
Ingat, kedaulatan tidak diberikan, tetapi harus direbut melalui kerja keras di lini industri.
Presiden Prabowo telah memberikan kompas jelas, selanjutnya tugas jajaran kabinet dan pelaku industri mengeksekusi tanpa ragu, demi gar kedaulatan ekonomi nasional.
