Kumparan Logo

Alunan Puluhan Karya Lagu Romansa Warnai Konser 40 Tahun Kahitna

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Grup musik Kahitna tampil dalam konser bertajuk "40 Tahun: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik, & Titik Nadir Mantan Terindah" di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Grup musik Kahitna tampil dalam konser bertajuk "40 Tahun: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik, & Titik Nadir Mantan Terindah" di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Grup musik legendaris, Kahitna, menggelar konser tunggal mereka di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9). Konser ini sekaligus menandai karier bermusik band asal kota Bandung itu yang sudah masuk ke-40 tahun.

Mengusung tema "Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”, konser ini menjadi representasi perjalanan emosi yang telah dibangun Kahitna bersama para pendengarnya selama empat dekade berkarya di belantika musik tanah air.

Kahitna membuka penampilan tepat pukul 20.00 WIB dengan membawakan lagu berjudul Bagaimana. Lagu itu juga jadi salah satu lagi dari track album mereka yang bertajuk Cerita Cinta yang rilis di tahun 1994.

Grup musik Kahitna tampil dalam konser bertajuk "40 Tahun: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik, & Titik Nadir Mantan Terindah" di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Vokal merdu Hedi Yunus dan Mario Ginanjar berpadu dengan permainan keyboard Yovie Widianto berhasil menciptakan suasana hangat yang mengajak para penonton larut dalam atmosfer yang mereka bangun sejak awal pertunjukan.

Opening konser Kahitna juga sempat diwarnai sedikit kendala ketika vokal Hedi Yunus dan Mario Ginanjar terdengar kurang jelas. Namun, kondisi tersebut tak berlangsung lama dan kemeriahan konser pun kembali terasa.

“Terima kasih sudah hadir, tercatat ada 18 ribu lebih penonton yang masuk. Selamat datang di konser 40 tahun Kahitna,” ujar Kahitna seraya menyapa para penonton yang hadir.

Penampilan Kahitna malam itu pun berlanjut. Secara berurutan mereka membawakan lagu yang sejak awal telah lekat dengan telinga para penggemarnya (Soulmate). Lagu seperti Soulmate; Cinta Sendiri; Seandainya Aku Bisa Terbang; Menanti; Tentang Diriku; hingga Cerita Cinta seolah tak memberi jeda bagi para penonton untuk terus bernyanyi bersama.

Pentolan Kahitna, Yovie Widianto, pun tak lupa turut menyapa para penonton yang hadir. Yovie senang Kahitna kini bisa mencapai pada titik bertahan dan tetap eksis di usianya yang tak lagi muda.

“Kahitna bukan band nostalgia, tapi setiap dekade, ada hitsnya, di tahun 2026, Titik Nadir lebih dari 140 juta pendengar. Kahitna hebat, Soulmate lebih hebat lagi,” ucap Yovie.

instagram embed

Penampilan Kahitna pun berlanjut lewat lagu seperti Merenda Kasih; Aku, Dirimu, Dirinya; Permaisuriku; Aku Nggak Ngerti. Gelaran konser yang merayakan empat dekade perjalanan Kahitna itu pun semakin semarak dengan penampilan putra Yovie, Arsy Widianto yang berduet dengan Tiara Andini.

Secara medley, keduanya menyanyikan lagu berjudul Menikahi dan Tak Sebebas Merpati di atas panggung. Penampilan keduanya turut menjadi permulaan dari penampilan enerjik berikutnya yang menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Disebut sebagai salah satu Soulmate, tak hanya hadir, Emil bahkan turut tampil di atas panggung bersama Kahitna. Diiringi para penari latar, Emil Dardak beserta Mario dan Hedi Yunus menyanyikan lagu berjudul Lajeungan yang juga berasal dari salah satu lagu Kahitna yang dirilis pada 1995.

Grup musik RAN jadi penampil berikutnya yang naik ke panggung. Grup yang beranggotakan Rayi, Asta, dan Nino membawakan dua lagu milik Kahitna yakni Di Sekitar Senayan yang rilis di tahun 2016 serta lagu Andai Dia Tahu.

Berikan Tribute ke Mendiang Carlo Saba

Grup musik Kahitna tampil dalam konser bertajuk "40 Tahun: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik, & Titik Nadir Mantan Terindah" di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Malam semakin larut, tapi energi personel Kahitna seolah belum terkuras habis. Kali ini giliran mereka tampil untuk memberikan tribut spesial bagi mendiang Carlo Saba. Yang spesial, tak sekadar tribut, Kahitna turut menghadirkan Carlo Saba secara virtual di lagu Katakan Saja.

Baik Hedi dan Mario tampak luwes bernyanyi dan berdansa diiringi video dan suara virtual dari mendiang Carlo Saba yang ditampilkan di layar besar.

“Boleh nggak kita tepuk tangan buat Carlo Saba,” ajak Hedi Yunus ke penonton.

“Sampai kapan pun kita akan terus meneruskan legacy mas Carlo,” timpal Mario.

Pertunjukan semakin mendekati garis akhir ketika penyanyi jebolan Indonesian Idol, Monita Tahalea. Suara penonton pun bergemuruh ketika lagu berjudul Titik Nadir mulai dinyanyikan ketiganya.

Malam yang penuh nostalgia dan romansi ini pun ditutup Kahitna dengan dengan dua lagu pamungkas mereka, Mantan Terindah dan Cantik. Kedua lagu itu pula yang jadi tajuk dari gelaran ini.

“Terima kasih kalian semua yang hadir ke konser 40 tahun Kahitna,” kata Hedi Yunus dan Mario Ginanjar bersamaan.