Bisikan Desa Gringsing Jadi Film Horor Indonesia Pertama yang Pakai Teknologi VP

Setelah merilis poster dan trailer resmi, kini film Bisikan Desa Gringsing menggelar press conference pada Jumat (18/09) di Jakarta Selatan.
Film horor misteri ini menjadi proyek horor pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi Virtual Production (VP) skala internasional, hasil kolaborasi Mandela Pictures dengan Oceanus Media Global (OMG Studio) dari Singapura dan Malaysia.
"Sejak awal kami ingin Bisikan Desa Gringsing menjadi pengalaman sinematik di mana penonton terus terlibat dengan ceritanya," jelas produser Manoj Samtani.
Sutradara dan penulis skenario, Ivander Tedjasukmana, juga menambahkan tantangan dalam memadukan dua metode visual tersebut.
"Karena kami syuting di studio virtual production lebih dahulu, banyak hal harus sudah dipikirkan sejak awal agar ketika dilanjutkan di real set, visual, blocking, sampai atmosfernya tetap terasa menyambung," jelas Ivander.
Bisikan Desa Gringsing tidak hanya menyajikan teror mistis tetapi juga mengangkat pesan emosional mengenai isu kekerasan terhadap perempuan. Aghniny Haque, pemeran Hesti, merasakan ada tantangan tersendiri saat syuting.
"Saat di studio virtual production, lingkungan Desa Gringsing sudah bisa kami lihat langsung di layar LED, sementara ketika berpindah ke real set, tantangannya adalah menjaga emosi Hesti agar tetap berkesinambungan," kata Aghniny.
Jalan cerita semakin diperkuat oleh lagu karya Kunto Aji berjudul “Perjalanan Menawar Racun”.
Dibintangi Aghniny Haque, Fatmah Nahdi, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, dan pemeran lainnya, film Bisikan Desa Gringsing akan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Reporter Hosana Solagracia Sifra
