Kumparan Logo

Dede Sunandar Ungkap Alasan Tak Pakai Headguard Saat Lawan Vicky Prasetyo

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dede Sunandar. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Dede Sunandar. Foto: Munady Widjaja

Komedian Dede Sunandar buka suara setelah sempat tak sadarkan diri di atas ring saat bertanding melawan Vicky Prasetyo dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026 di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10) malam.

Dede diketahui sempat kehilangan kesadaran setelah terkena pukulan yang cukup keras dari Vicky. Momen tersebut pun menjadi perhatian netizen, terlebih Dede dan Vicky terlihat tidak mengenakan headguard saat bertanding.

Banyak netizen menyayangkan keputusan tersebut karena menilai penggunaan pelindung kepala dapat membantu mengurangi risiko cedera. Menanggapi hal itu, Dede menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya sempat diminta untuk menggunakan pelindung kepala oleh panitia.

instagram embed

“Dan memang awalnya disuruh pakai pelindung kepala ya, cuman kita karena pikir kan have fun doang, nggak tahunya memang atmosfer pertandingan di GOR memang sungguh meriah. Dan Pak Vicky juga pernah bilang, di atmosfer pertandingan di GOR beda sama kita latihan,” kata Dede dalam videonya yang dibagikan di laman Instagram @vickyprasetyo777.

Setelah kejadian tersebut, Dede mendapat penanganan medis. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada tim medis yang telah merawatnya sejak berada di rumah sakit hingga kembali ke hotel.

“Ya alhamdulillah, terima kasih banyak untuk dokter yang udah nanganin Dede dari semalam juga di rumah sakit sampai ke hotel masih diperhatiin juga,” ucap Dede.

Presenter Vicky Prasetyo saat menjalani sidang kasus pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (10/6). Foto: Ronny

Dede juga berterima kasih kepada Vicky yang menurutnya lebih mengutamakan sisi kemanusiaan saat dirinya mengalami blackout di atas ring daripada melanjutkan pertandingan demi kemenangan.

“Dan terutama buat Bang Vicky, terima kasih banyak udah mementingkan kemanusiaan dibandingkan pertandingan,” lanjutnya.

Vicky Prasetyo Trauma Bertanding dengan Orang yang Dikenal

instagram embed

Kejadian yang dialami Dede rupanya turut membekas bagi Vicky. Ia mengaku trauma dan menegaskan tidak ingin kembali bertanding tinju melawan orang yang sudah dikenalnya.

Menurut Vicky, bertanding melawan teman atau orang yang dikenal memiliki beban moral yang jauh lebih berat dibandingkan sekadar adu fisik di atas ring.

“Saya setelah ini tidak akan mau tinju bersama musuh yang kenal, atau teman. Jadi kalau mau ya tinju benar-benar sama orang yang nggak dikenal, atau yang selewatan. Karena morilnya sih,” ungkap Vicky.

Vicky juga teringat pada mendiang pelatihnya, petinju nasional Hero Tito, yang meninggal dunia setelah mengalami cedera dalam pertandingan tinju.

Pengalaman tersebut membuat Vicky semakin khawatir ketika melihat kondisi Dede. Ia pun mengaku tidak ingin kembali kehilangan orang terdekat akibat pertandingan tinju.

“Saya sudah pernah kehilangan pelatih saya, almarhum Hero Tito, di depan saya. Saya tidak akan membiarkan juga untuk kehilangan sahabat saya. Makanya saya bawa (Dede) ke rumah sakit langsung,” tegas Vicky.