Kumparan Logo

Gak Cuma Jadi Penonton, di Tempat Ini Kamu Bisa Ngerasain Jadi Bintang Dracin

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi travel di China. Foto: Wang Sing/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi travel di China. Foto: Wang Sing/Shutterstock

Kalau kamu suka nonton drama China, pasti sering melihat adegan dengan latar kerajaan kota zaman dulu, atau taman tradisional yang megah, bukan? Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran, sebenarnya di mana semua adegan itu direkam?

Salah satu tempat yang terkenal adalah Hengdian World Studio, salah satu studio film dan TV yang juga menjadi salah satu destinasi favorit para pencinta drama China.

Menariknya, sekarang wisatawan gak cuma bisa datang untuk melihat-lihat lokasi syuting. Hengdian sendiri mulai menawarkan pengalaman yang memungkinkan pengunjung ikut syuting dan menjadi pemeran dalam drama pendek yang mereka buat sendiri.

Tarifnya pun beragam mulai dari 218 yuan atau sekitar Rp 574 ribu untuk pengalaman berakting selama satu jam. Kalau kamu ingin tampil lebih maksimal, ada juga paket seharga 388 yuan atau sekitar Rp 1 juta yang sudah termasuk makeup dan styling.

Nah buat kamu yang datang secara rombongan, harganya dibanderol mulai dari 3.800 yuan atau sekitar Rp 10 juta hingga 12.000 yuan atau sekitar Rp 31 juta.

Ilustrasi Drama China. Foto: Qianjin/Shutterstock

Menurut laporan South China Morning Post, sebelumnya wisatawan datang ke Hengdian untuk melihat berbagai lokasi syuting dan set dari drama favorit mereka. Hengdian sendiri merupakan kawasan wisata kelas 5A dengan lebih dari 100 lokasi syuting yang tersebar di area sekitar 30 kilometer persegi.

Set-set tersebut dibuat dengan berbagai latar yang menggambarkan sejarah China selama 5.000 tahun. Jadi, gak heran kalau banyak wisatawan datang untuk merasakan suasana seperti berada di dalam drama. Tapi sekarang, pengunjung nggak cuma jadi penonton. Mereka bisa langsung masuk ke dalam cerita, berdiri di depan kamera, berakting, bahkan punya drama pendek sendiri.

Bukan Sekadar Wisata

Ilustrasi micro drama China. Foto: Nilu.S/Shutterstock

Layanan baru ini muncul di tengah perubahan besar yang sedang terjadi di industri film dan drama China. Perkembangan AI pun mulai mengubah cara produksi dilakukan, termasuk pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia.

Perubahan ini ikut berdampak pada para pekerja di Hengdian yang selama ini mencari nafkah dari proyek film dan drama. Mereka juga dikenal dengan sebutan “Hengpiao” yaitu orang-orang yang datang ke Hengdian untuk mencari pekerjaan di industri hiburan. Kini, mereka menghadapi kekhawatiran karena semakin sedikitnya pekerjaan yang tersedia.

Salah satu sutradara drama pendek bahkan mengatakan bahwa sepanjang tahun ini dirinya baru menyutradarai dua drama. Tentu saja, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah kondisi tersebut, program baru untuk wisatawan justru membuka peluang baru bagi para pekerja film di Hengdian.

Seorang sutradara bermarga Zhang mengatakan, dengan adanya program ini, dirinya bisa membuat hingga 20 drama pendek dalam satu hari. Beberapa sutradara yang sebelumnya bekerja sebagai figuran juga kini ikut membantu wisatawan belajar berakting.

Cara mereka membimbing pun cukup sederhana. Sutradara akan memberikan contoh sebuah adegan, kemudian wisatawan tinggal mengikuti gerakan dan ekspresinya. Mereka juga memberikan arahan kecil, seperti kapan harus berhenti berkedip, menahan tawa, atau bagaimana menunjukkan emosi tertentu.

Kadang, mereka membagikan pengalaman pribadi untuk membantu wisatawan lebih mudah terbawa suasana saat berakting.

Bukan Cuma Ingin Jadi Aktor

Ilustrasi micro drama China. Foto: Kaspars Grinvalds/Shutterstock

Menariknya, pengalaman ini ternyata bukan sekadar soal ingin merasakan menjadi aktor. Salah satu studio drama pendek di Hengdian mengungkapkan bahwa ada seorang ibu muda yang memesan 17 drama pendek dalam waktu enam bulan, dengan dirinya sendiri sebagai pemeran utama. Bagi sang ibu, pengalaman tersebut bahkan terasa seperti konsultasi psikologis.

Menurut sutradara Wu Yizhuo kepada China Newsweek, salah satu cerita yang paling banyak diminati wisatawan biasanya punya pola yang mirip. Tokoh utama awalnya diremehkan atau diperlakukan dengan sombong, kemudian orang-orang di sekitarnya dibuat kaget setelah mengetahui bahwa ternyata sang tokoh utama punya identitas atau latar belakang yang kuat.

Wu menyebutnya sebagai bentuk “mencari kepuasan emosional”. Dengan kata lain, wisatawan bukan cuma ingin mencoba akting, tetapi juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi tokoh utama dalam cerita yang mereka bayangkan.

Konsep ini pun mendapat respons menarik dari netizen. Ada yang menyebut pengalaman tersebut seperti “wisata ke dalam khayalan kita sendiri.” Yang lain bercanda, “Aku mau jadi karakter yang kerjaannya menampar orang seharian.”