Kumparan Logo

Kunjungan ke Korea Terus Tumbuh, KTO Perluas Jejaring dengan Industri Pariwisata

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wisatawan traveling di Korea. Foto: Olesya Kuznetsova/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wisatawan traveling di Korea. Foto: Olesya Kuznetsova/Shutterstock

Korea Selatan masih menjadi salah satu pilihan wisata yang diminati wisatawan Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan yang tetap tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang 2025, tercatat 365.596 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea, angka ini menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar ke-4 di kawasan ASEAN.

Memasuki 2026, minat tersebut juga masih berlanjut. Dalam periode Januari hingga Juli saja, sudah tercatat 259.491 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea. Capaian ini membuat Indonesia naik menjadi pasar wisatawan terbesar ke-3 di ASEAN.

Melihat perkembangan tersebut, Korea Tourism Organization (KTO) menargetkan 425.000 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea sepanjang 2026. Tingginya potensi pasar Indonesia pun mendorong industri pariwisata Korea untuk terus memperluas kerja sama dengan pelaku perjalanan di Tanah Air.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Korea Travel Mart 2026 yang digelar di Raffles Jakarta, Kamis (17/9). Kegiatan ini mempertemukan 26 pelaku industri pariwisata Korea dengan 85 travel agent Indonesia dalam format B2B.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk melihat lebih jauh kebutuhan pasar Indonesia sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama. Dengan semakin banyaknya wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea, pelaku industri juga memiliki ruang untuk menghadirkan pilihan produk perjalanan yang lebih beragam dan sesuai dengan minat wisatawan.

Suasana Korea Travel Mart 2026. Foto: Dok. KTO

Melalui sesi 1:1 business meeting, travel agent Indonesia dapat bertemu langsung dengan pelaku industri Korea untuk membahas destinasi, akomodasi, aktivitas wisata, hingga berbagai pengalaman yang berpotensi dikembangkan menjadi paket perjalanan.

Peserta dari Korea juga berasal dari berbagai sektor, mulai dari Korea Travel Agent, Korea Performance Group, hotel, startup, hingga Regional Tourism Organization. Dengan demikian, pilihan produk yang ditawarkan tidak terbatas pada perjalanan wisata konvensional.

Semakin besarnya pasar Indonesia juga membuat pilihan pengalaman wisata yang ditawarkan Korea semakin beragam. Pada 2026, KTO Jakarta memperkenalkan sejumlah tema wisata kepada pasar Indonesia, termasuk Hallyu, Muslim-friendly Tourism, Medical & Wellness Tourism, Educational Tourism, hingga MICE Tourism.

Perluasan tema tersebut membuka peluang bagi travel agent untuk menyusun itinerary berdasarkan minat wisatawan, bukan hanya mengandalkan destinasi populer.

Suasana Korea Travel Mart 2026. Foto: Dok. KTO

Wisatawan yang datang karena ketertarikan terhadap budaya dan K-content, misalnya, dapat diarahkan untuk mengeksplorasi pengalaman yang berkaitan dengan budaya Korea. Sementara wisatawan lainnya dapat memilih perjalanan bertema wellness, edukasi, keluarga, maupun bisnis.

Direktur Korea Tourism Organization Jakarta, Kim Jisun, mengatakan pertemuan antara industri pariwisata Korea dan agensi perjalanan Indonesia diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus menghadirkan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia.

“Korea Travel Mart 2026 menjadi kesempatan bagi industri pariwisata Korea dan agensi perjalanan Indonesia untuk bertemu secara langsung. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memberikan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia,” ujar Kim Jisun dalam siaran tertulisnya, Jumat (18/9).

Akses Perjalanan Juga Terus Diperluas

Muslim Travel Korea Foto: Shutterstock

Pertumbuhan minat wisatawan Indonesia juga berlangsung bersamaan dengan sejumlah upaya untuk membuat perjalanan ke Korea lebih mudah.

Mulai 26 Mei hingga 31 Desember 2026, Korea memberlakukan program bebas visa sementara bagi wisatawan grup Indonesia yang memenuhi ketentuan, termasuk melakukan perjalanan melalui authorized travel agent yang ditunjuk dan datang dalam grup minimal tiga orang. Program tersebut berlaku untuk kunjungan wisata ke seluruh wilayah Korea dengan masa tinggal maksimal 15 hari.

Wisatawan yang memadati kawasan Myeong Dong Street di Korea Selatan. Foto: Shutterstock

Di tengah tren tersebut, Korea Travel Mart 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkuat sisi industri. Jika minat wisatawan Indonesia terus berkembang, kebutuhan terhadap produk perjalanan yang lebih beragam dan sesuai dengan karakter pasar juga ikut meningkat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Gala Night, yang menjadi kesempatan bagi pelaku industri pariwisata Korea dan Indonesia untuk memperluas networking. Acara tersebut turut dimeriahkan pertunjukan seni dan musik.

Dengan mempertemukan langsung pelaku industri dari kedua negara, Korea Travel Mart 2026 menjadi bagian dari strategi untuk mengikuti perkembangan pasar Indonesia sekaligus memperluas pilihan pengalaman bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Korea.