Saat Kevin Julio Hidupkan Daniel Tumbuan, Anggota Geng Winatra di Laut Bercerita

Aktor Kevin Julio mengambil tantangan baru dengan memerankan karakter Daniel Tumbuan dalam film Laut Bercerita. Daniel representasi dari mahasiswa aktivis era 90-an yang tergabung dalam kelompok diskusi "Winatra".
Dalam pertemuan di Dharmawangsa, Jumat (21/8), Kevin menceritakan bagaimana ia memandang kelompok tersebut. Bagi Kevin, kedekatan antarpemain yang memerankan anggota Winatra dibangun saat diskusi.
"Untuk Daniel, untuk Alex, Laut, Sunu, semua kawan-kawan Winatra, kami sebenarnya hanya satu geng diskusi sih. Satu kelompok yaitu Winatra," kata Kevin mengawali ceritanya.
Dalam memerankan Daniel, Kevin berusaha melepaskan citra aktivis yang selalu terlihat kaku atau heroik secara berlebihan.
"Di mana ya bisa dibilang sih sebenarnya kalau saya nangkapnya kita ini manusia biasa sih sebenarnya gitu loh," tutur Kevin.
Kevin menekankan, Daniel dan anggota Winatra lainnya tidak pernah merasa diri mereka sebagai pahlawan besar saat melakukan aksi. Mereka hanyalah warga negara yang merasa ada yang salah dengan kondisi negaranya.
"Kami nggak mau dianggap yang tokoh seperti apa," tegas Kevin.
Sisi inilah yang menurut Kevin menjadi kekuatan utama dalam film garapan Yosep Anggi Noen ini. Daniel digambarkan memiliki emosi yang wajar layaknya pemuda pada umumnya.
"Dan kami juga ya manusiawi lah. Bukannya nggak punya rasa takut gitu, kami punya rasa takut juga," ucap Kevin.
Solidaritas antar anggota geng diskusi ini juga menjadi poin penting yang terus ditekankan Kevin selama proses syuting. "Jadi solidaritas dari persahabatan ini menurut saya sangat penting gitu," ucap Kevin.
Laut bersama para sahabatnya di Winatra seperti Daniel Tumbuan (Kevin Julio), Alex Perazon (Ben Nugroho), dan Sunu Dyantoro (Dewa Dayana), aktif dalam diskusi buku, serta berusaha membentuk organisasi politik yang dilarang pada masa itu.
Kelompok diskusi itu juga aktif turun ke jalan, membela kelompok yang lemah dan terpinggirkan. Tak semua mulus berjalan, diduga karena adanya pengkhianatan di dalam.
Hingga pada satu waktu, kelompok diskusi itu dijadikan kambing hitam peristiwa kekerasan politik. Semua anggota Winatra lari dari kejaran aparat. Sebagian tak jelas nasibnya, termasuk Laut. Film ini akan tayang di bioskop pada Oktober 2026.
