Konten dari Pengguna

Berbagi Pengalaman Magang Di Pengadilan Negri Tangerang Kota

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elfi Suryati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belajar secara langsung mengenal dunia peradilan dan mendapatkan pengalaman berharga selama menjalani kegiatan magang di Pengadilan Negeri.

Tepat pada tanggal 2 Februari 2026, saya bersama teman-teman mulai turun langsung untuk melaksanakan kegiatan magang mandiri di Pengadilan Negeri Tangerang. Sebagai pengalaman pertama berada di lingkungan pengadilan, tentu ada rasa takut, ragu, dan bimbang. Kami menyadari bahwa di sana kami akan bertemu dengan banyak orang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang hukum. Namun, kami percaya bahwa mencoba dan berani melangkah merupakan bagian dari proses belajar. Daripada hanya merasa takut dan tidak mencoba sama sekali, kami memilih untuk menjadikan kesempatan ini sebagai pengalaman yang berharga.

momen kebersamann bersama-sama teman magang dari kampus lain
zoom-in-whitePerbesar
momen kebersamann bersama-sama teman magang dari kampus lain

Selama melaksanakan magang, saya dan teman saya mendapatkan kesempatan untuk membantu pekerjaan di bagian Kepaniteraan Perdata, khususnya dalam administrasi perkara kasasi. Dari kegiatan tersebut, kami tidak hanya melihat bagaimana proses administrasi perkara dilakukan, tetapi juga ikut terlibat dalam beberapa pekerjaan yang diberikan kepada kami.

Salah satu pekerjaan yang kami lakukan adalah menginput dan mengunggah dokumen perkara melalui e-Court. Kami juga membantu menginput serta mengunggah dokumen perkara ke dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Kegiatan tersebut mengajarkan kami bahwa dalam administrasi perkara, setiap dokumen harus diperhatikan dengan teliti karena kesalahan dalam memasukkan atau mengunggah dokumen dapat memengaruhi ketertiban administrasi perkara.

saat mengerjakan tugas dan mengelolah berkas administrasi

Selain itu, kami juga membantu mengunggah dan mengirim berkas perkara kasasi melalui sistem yang digunakan oleh Mahkamah Agung. Sebelum berkas diproses lebih lanjut, kami melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dokumen fisik dan mencocokkannya dengan dokumen yang telah diunggah secara elektronik. Apabila hasil pemindaian dokumen kurang jelas, kami melakukan pemindaian ulang (scan) agar dokumen yang tersimpan secara elektronik dapat terbaca dengan baik.

Tidak hanya berkaitan dengan sistem elektronik, kami juga mendapatkan tugas yang berhubungan dengan administrasi secara langsung. Kami membantu mengantarkan berkas kasasi elektronik ke ruang Panitera, mengantarkan kwitansi biaya perkara kepada bagian kasir, serta membantu mengantarkan relaas banding sesuai dengan prosedur administrasi yang berlaku. Kami juga belajar melakukan pengisian buku ekspedisi gugatan sebagai bagian dari pencatatan dan ketertiban administrasi perkara.

Dari berbagai pekerjaan tersebut, saya menyadari bahwa kegiatan di pengadilan tidak hanya berkaitan dengan persidangan yang terlihat oleh masyarakat. Di balik proses persidangan, terdapat berbagai pekerjaan administrasi yang harus dilakukan dengan teliti, tertib, dan bertanggung jawab. Setiap dokumen yang diproses memiliki peranan dalam mendukung kelancaran penanganan suatu perkara.

Pengalaman magang ini juga membuat saya memahami bahwa teori yang dipelajari selama perkuliahan perlu diterapkan dalam situasi nyata. Sebagai mahasiswa hukum, kami tidak cukup hanya memahami peraturan dan teori, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana administrasi perkara dijalankan dalam praktik. Dari pekerjaan sederhana seperti memeriksa dokumen, melakukan scan, mengunggah berkas, hingga mengantarkan dokumen kepada bagian yang berkepentingan, semuanya memberikan pembelajaran mengenai pentingnya ketelitian dan tanggung jawab.

Selama menjalani kegiatan tersebut, saya dan teman saya juga belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, mengikuti arahan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kami belajar bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana tetap harus dilakukan dengan serius karena setiap bagian memiliki keterkaitan dengan pekerjaan lainnya.

selfie bersama teman kerja sebelum memulai aktivitas

Pada akhirnya, magang di Pengadilan Negeri Tangerang bukan hanya menjadi kegiatan untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi pengalaman yang memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja di bidang hukum. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menjadi seorang mahasiswa hukum tidak hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang bagaimana menerapkan pengetahuan, memiliki ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Pengalaman ini menjadi salah satu langkah bagi saya untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di bidang hukum.

Momen kebersamaan saat makan bersama teman-teman dan para pegawai sebelum waktu berbuka puasa