Menelisik Efektivitas Strategi Penyebarluasan Informasi KRL Jabodetabek

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Universitas Indonesia
Tulisan dari Elisa Aliifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat pada kondisi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia ini tentunya memberi dampak yang besar di berbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek kehidupan yang terdampak adalah aspek transportasi massa. Di Indonesia sendiri, PT. Kereta Commuter Indonesia (PT. KCI) merupakan salah satu perusahaan transportasi publik yang terdampak dari adanya pandemi.
Simak langkah-langkah yang dilakukan oleh PT. KCI!
Dalam mengatasi kondisi yang memprihatinkan ini, berbagai langkah dilakukan oleh PT. KCI untuk mengurangi penyebaran Covid-19 pada moda transportasi umum khususnya KRL. Salah satu diantaranya adalah penerapan protokol kesehatan yang ketat. Penerapan protokol kesehatan yang berlaku diantaranya adalah wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau menjaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta. Tak hanya itu saja, PT. KCI juga melakukan penyekatan di beberapa titik stasiun agar masyarakat tidak berkerumun dan tidak melebihi kapasitas. PT. KCI juga menghimbau bagi masyarakat lansia dan anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) untuk menggunakan KRL pada pukul 10.00 hingga 14.00 serta melarang masyarakat untuk berbicara baik secara langsung maupun melalui telepon di dalam KRL.
Lantas langkah apakah yang dapat menunjang efektivitas kebijakan protokol kesehatan? Dalam rangka mencegah dan mengurangi kasus Covid-19 di Indonesia khususnya pada pelayanan transportasi publik KRL, PT. KCI melakukan berbagai strategi melalui pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ketika kita berbicara tentang komunikasi, dapat dikatakan komunikasi adalah proses interaksi baik pertukaran kata, tanda, atau informasi antar individu maupun kelompok yang dilakukan dengan tujuan menyampaikan informasi baik secara verbal maupun non-verbal. Terlebih, teknologi komunikasi merupakan semua alat yang digunakan untuk mengirim, menerima, serta memproses informasi (Mardatila, Ani. 2021).
Maka dari itu, hingga saat ini PT. KCI sudah memiliki berbagai media sosial sebagai langkah penunjang efektivitasnya. Diantaranya adalah laman website yang dapat diakses melalui krl.co.id. Seperti pada umumnya, dalam lamannya tertera segala informasi mengenai operasional KRL Commuter Line mulai dari sejarah, visi dan misi, hingga tata kelola perusahaan.
Sementara itu seperti yang kita ketahui, PT. KCI juga sudah berinovasi dengan menciptakan suatu aplikasi yang bernama KRL Access. KRL Access merupakan aplikasi yang memuat informasi seputar jadwal perjalanan KRL, posisi kereta secara real time, tarif, serta informasi kepadatan di stasiun. Aplikasi ini juga dapat mengetahui saldo KMT dengan menempelkan KMT pada perangkat NFC di smart phone. Dengan itu, para pengguna KRL dapat dengan mudah untuk memperoleh informasi tentang kelangsungan KRL di masa pandemi dan sebagai upaya preventif dari Covid-19.
Terlebih untuk para pengguna KRL yang aktif di media sosial, PT, KCI juga selalu menyebarkan informasi terkait KRL di berbagai media sosial seperti twitter (@KAI121 dan @CommuterLine), instagram (@kai121_), facebook (KAI121) dan (@kai121_). Melalui media sosial ini, PT. KCI berupaya melakukan sosialisasi terkait layanan KRL dengan melakukan interaksi secara langsung kepada para pengikut media sosial KRL dengan menanggapi pertanyaan yang ditujukan kepada sosial media PT. KCI dan mengklarifikasi tentang rumor yang beredar. Selain itu, media sosial seperti tiktok dan instagram dimanfaatkan untuk memberikan informasi seputar sejarah PT. KCI, otomotif gerbong kereta, dan informasi menarik lainnya yang dikemas dengan videografi yang menarik.
Bagaimanakah Hasil Survei Pengguna KRL Terhadap Layanan KCI?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada 357 orang, terbukti bahwa pengetahuan para pengguna KRL mengenai pedoman layanan KRL selama Pandemi Covid-19 cukup baik. Dalam pertanyaan mengenai pengetahuan pedoman layanan KRL Jabodetabek selama Pandemi Covid-19, sejumlah 268 responden mengetahui dan sejumlah 89 responden menjawab tidak mengetahui.
Selanjutnya pada pertanyaan tentang sumber informasi perubahan layanan KRL Jabodetabek selama Pandemi Covid-19, sejumlah 15 responden menjawab mendapatkan dari media cetak seperti koran dan majalah, 246 responden menjawab dari media sosial seperti instagram, twitter,dan lain lain, 51 responden menjawab dari website resmi KRL Jabodetabek dan 45 responden menjawab dari media lainnya.
Maka dari itu, berdasarkan penelitian yang tentang efektivitas dari strategi PT. KCI dalam menyebarluaskan informasi publik terhadap pengetahuan pedoman layanan KRL Jabodetabek selama pandemi Covid-19, dapat disimpulkan bahwa penyebarluasan informasi yang dilakukan dengan berbagai teknologi komunikasi sudah mencapai 75% efektif. Diketahui penyebaran informasi yang paling efektif adalah melalui media sosial, selain karena mudah diakses, media sosial juga terdapat kebebasan dari para pengikutnya untuk bertanya secara real time seputar informasi layanan KRL Jabodetabek. Namun tentu dalam pelaksanaannya masih diperlukan evaluasi mengingat masih ada sebagian kecil responden yang merasa sulit untuk mengakses informasi karena berbagai faktor penghambatnya.
Melihat hal tersebut, tentunya PT. KCI masih membutuhkan peningkatan strategi untuk mengoptimalkan penyebaran informasi publik yang ada. PT. KCI dapat melakukan sosialisasi dan publikasi yang menyeluruh hingga informasi mudah diterima oleh masyarakat sebagai kebutuhan konsumsi publik.
