Kemeriahan dan Kegembiraan Gebyar Rasul Dusun Wediutah

An undergraduate student majoring in Marketing Communication at Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
Tulisan dari Elisabeth Diandraa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dusun Wediutah, Semanu - Yogyakarta dari nama provinsinya saja sudah mendeskripsikan bahwa daerah ini memang beda dari yang lain. Daerah Istimewa Yogyakarta, daerah yang menyimpan ribuan keistimewaan di dalamnya. Keistimewaan yang disuguhkan meliputi beragam kebudayaan yang masih melekat hingga saat ini. Mulai dari perayaan hari-hari besar, gotong-royong, dan lain sebagainya. Salah satu daerah yang berada di Yogyakarta dan masih kental dengan kebudayaannya yaitu Kabupaten Gunungkidul.
Tradisi rasulan di Gunung Kidul merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Yogyakarta. Rasulan adalah ungkapan rasa syukur masyarakat setempat setelah melakukan panen pada beberapa pekan sebelumnya. Untuk kali ini, Dusun Wediutah melaksanakan Tradisi Rasulan pada hari Kamis, 13 Juli 2023. Dusun Wediutah menyelenggarakan tradisi rasulan ini akan melewati proses beberapa hari, dari bersih-bersih Kali Ngreneng, Ritual Adat Sesepuh Desa Wediutah, Pengajian dan Ledhek. Rasulan merupakan bentuk ungkapan rasa syukur terhadap panen hasil bumi yang melimpah, sekaligus sebagai upaya memohon keselamatan dan menolak bahaya.
Kemeriahan dan kegembiraan mengisi acara Gebyar Rasul yang diselenggarakan pada hari Minggu (16/7). Acara ini diawali dengan senam massal yang merupakan bagian dari rangkaian perpisahan KKN UPNVYK (Kuliah Kerja Nyata Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta). Para peserta KKN dan masyarakat setempat bergabung dalam senam massal yang penuh semangat, menciptakan suasana yang ceria.
Senam massal ini bukan hanya menjadi ajang untuk berolahraga bersama, tetapi juga sebagai momen perpisahan para peserta KKN dengan masyarakat Dusun Wediutah. Para peserta KKN UPNVYK telah menjalankan tugas mereka selama beberapa waktu di dusun tersebut, memberikan kontribusi positif dalam berbagai bidang seperti pendidikan, sosial, dan lingkungan.
Setelah senam massal yang energetik, acara Gebyar Rasul berlanjut dengan hiburan Dangdutan yang memukau. Panggung yang dipenuhi oleh penari dan penyanyi lokal menjadi sorotan utama, sementara banyak warga setempat turut memadati tempat tersebut. Suasana meriah terasa di udara dengan alunan musik dangdut yang menggema, mengajak semua orang untuk bergoyang dan menikmati momen bersama.
Kehadiran banyak warga dalam acara ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Dusun Wediutah terhadap kegiatan sosial dan hiburan yang diadakan di lingkungan mereka. Dangdutan menjadi ajang untuk bersenang-senang dan bersosialisasi, sambil mengapresiasi bakat-bakat lokal yang menghibur para penonton.
Momen rasulan ini dianggap lebih meriah dibandingkan perayaan Lebaran, karena mampu menyatukan seluruh warga dalam sebuah kebersamaan yang tak terlupakan. Rasulan merupakan prosesi saling bersilaturahmi antarwarga dengan berjabat tangan dan saling memohon maaf. Keakraban dan kehangatan antarwarga menjadi semakin terasa dalam momen ini, menciptakan atmosfer yang penuh kasih sayang dan kebersamaan.
Gebyar Rasul di Dusun Wediutah telah memberikan momen berharga dan kesan yang tak terlupakan bagi semua yang hadir. Semangat kebersamaan, senyuman, dan keceriaan menjadi cermin kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Tradisi rasulan merupakan potret kebudayaan yang perlu dilestarikan karena dari tradisi ini terdapat nilai-nilai yang dapat diambil. Warga masyarakat Gunung Kidul sadar akan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi nikmat dan kerukunan antar warga yang masih tejalin sangat erat. Melalui beberapa pertunjukan yang ada, menjadi bentuk pelestarian kebudayaan yang sudah mulai terdesak oleh perkembangan zaman dan teknologi.
