Konten dari Pengguna

Peserta KKN UNTAG Surabaya Bantu Tingkatkan Kualitas UMKM

Elisabeth Dinda

Elisabeth Dinda

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elisabeth Dinda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Elisabeth, mahasiswa Ilmu Komunikasi, melaksanakan KKN dengan program kerja membantu meningkatkan kualitas UMKM melalui kegiatan re-branding dan pelatihan penggunaan media digital.

Penulis : Elisabeth Dinda Winduasrini

Masa pandemi sudah terjadi kurang lebih 2 tahun di Indonesia, hal tersebut menjadikan seluruh aktivitas mengalami perubahan, termasuk aktivitas perkuliahan. Saat ini, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah melakukan perkuliahan secara tatap muka pada sebagian mahasiswa. Namun, kegiatan KKN masih dilakukan secara daring dengan KKN secara individu di masing-masing domisili mahasiswa. Hal tersebut tentu saja tidak mematahkan semangat para mahasiswa untuk tetap melaksanakan KKN dengan baik, karena kegiatan KKN yang dilakukan akan memberi manfaat bagi warga sekitar domisili peserta KKN.

Elisabeth Dinda Winduasrini, salah satu mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, melaksanakan kegiatan KKN di daerah Bratang Gede, RT 007, RW 007, kelurahan Ngagelrejo, kecamatan Wonokromo, Surabaya. Sebelum melakukan kegiatan KKN, Elisabeth melakukan survei dan perizinan kepada ketua RT, yaitu Bapak Kurniawan. Selain itu, dalam menyusun program kerja, Elisabeth mendapatkan arahan dari Ibu Herlina Kusumaningrum, S.Sos., M.A. selaku DPL kelompok 07 KKN reguler UNTAG Surabaya.

Kegiatan KKN yang dilaksanakan oleh Elisabeth berlangsung selama 12 hari, dimulai dari tanggal 10 Desember hingga 21 Desember 2021. Elisabeth melakukan program kerja berupa peningkatkan kualitas pada UMKM CimolMoy dengan melakukan re-branding dan pelatihan penggunaan media digital yaitu Instagram, Gojek, dan juga Grab. Permasalahan pada UMKM CimolMoy adalah kurang menariknya logo dan kemasan yang dimiliki, dan promosi dilakukan dengan cara dari mulut ke mulut saja sehingga konsumen dari UMKM ini hanya warga sekitar lokasi UMKM saja.

Peserta KKN bersama pemilik UMKM CimolMoy yaitu Ibu Marti dan Septri. Foto : dokumen pribadi

Kegiatan re-branding dimulai dengan melakukan desain ulang pada logo milik UMKM. Dalam pembuatan logo ini, Elisabeth berdiskusi dengan Septri selaku pemilik UMKM sehingga logo yang dibuat bisa sesuai dengan keinginan pemilik UMKM. Setelahnya, Elisabeth melakukan re-branding kemasan, Elisabeth memilih penggunaan food pail dan stempel, tujuannya adalah agar kemasan yang dimiliki UMKM CimolMoy dapat lebih menarik namun dengan harga yang masih terjangkau. Kegiatan selanjutnya adalah membuat akun Instagram sekaligus memberikan pelatihan terkait pembuatan konten-kontennya, sehingga Septri selaku pemilik UMKM bisa membuat konten promosi sendiri nantinya. Dalam hal ini, Elisabeth melakukan pengarahan kepada Septri terkait cara-cara pembuatan konten, mulai dari desain feed, melakukan foto produk, hingga pembuatan iklan sederhana.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan pembuatan iklan sederhana sebagai konten Instagram UMKM CimolMoy. Foto : dokumen pribadi

Agar kegiatan KKN yang dilakukan oleh Elisabeth menjadi lebih bermanfaat untuk warga sekitar, maka Elisabeth melakukan pelatihan penggunaan media digital tidak hanya pada UMKM CimolMoy saja, melainkan kepada tiga UMKM lainnya yang masih berada dalam wilayah domisili Elisabeth. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada hari terakhir pelaksanaan KKN, yaitu tanggal 21 Desember 2021 lalu. Dalam pelatihan ini, Elisabeth menjelaskan terkait fitur-fitur Instagram yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk mempromosikan usahanya. Selain itu, Elisabeth juga memberikan sedikit penjelasan terkait penggunaan Gojek dan Grab yang nantinya bisa digunakan oleh UMKM sebagai jasa pengiriman pesanan.

“Pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat dan membantu UMKM yang masih belum tahu tentang penggunaan Instagram, apalagi Gojek dan Grab. Saya sebagai pelaku UMKM juga menjadi memiliki pandangan tentang media tersebut. Harapan saya, para pelaku UMKM khususnya di wilayah RT 007 ini bisa semakin berkembang dan banyak yang memanfaatkan penggunaan media-media tersebut” ungkap Ibu Ambar sebagai salah satu peserta pelatihan.

Selama 12 hari kegiatan KKN ini dilakukan, Septri menyampaikan bahwa ia mendapatkan pemahaman baru terkait hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan UMKM yang dimiliki. “Selama 12 hari ini, saya belajar banyak hal baru, terutama tentang pentingnya logo dan kemasan. Selain itu, dalam pembuatan konten juga dilakukan dengan cara yang sederhana, sehingga saya lebih mudah untuk memahaminya. Lalu penjelasan yang diberikan pada saat pelatihan juga mudah dipahami” jelas Septri selaku pemilik UMKM CimolMoy sekaligus peserta pelatihan.

Peserta KKN menyampaikan materi terkait penggunaan media digital kepada UMKM CimolMoy dan tiga UMKM lainnya. Foto : dokumen pribadi
Pemberian spanduk untuk UMKM CimolMoy sebagai petunjuk lokasi UMKM. Foto : dokumen pribadi

#KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten

embed from external kumparan