Konten dari Pengguna

Tak Perlu Jadi Sempurna untuk Dicintai: Resensi Film "Love Untangled"

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elisabeth Kania Riyana Kaban tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by travelers_tw/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Photo by travelers_tw/Pexels.com

Ada orang yang memilih untuk menunda ungkapan perasaannya ke seseorang bukan karena takut ditolak, melainkan karena merasa dirinya belum cukup rapi untuk dilihat. Selalu ada satu hal yang ingin dibereskan dulu.

Gagasan inilah yang menjadi benang merah "Love Untangled". Film komedi romantis Korea yang tayang di Netflix pada 29 Agustus 2025 ini disutradarai oleh Namkoong Sun dan dibintangi oleh Shin Eun-soo, Gong Myung, dan Cha Woo-Min.

Menurut saya, film ini punya pesona yang tenang. Ia tidak memaksa penontonnya terpukau, tetapi pelan-pelan membuat kita betah dan tersenyum sendiri.

Alur dasarnya gampang dicerna. Busan, tahun 1998. Park Se-ri, siswi SMA berusia 19 tahun, memendam rasa pada Kim Hyun, murid yang paling dielu-elukan di sekolah. Ia yakin rambut kribonya adalah biang keladi yang membuatnya tak bisa maju. Karena itu ia merancang siasat: rambut harus lurus terlebih dahulu, baru pengakuan boleh diucapkan. Di tengah siasat tersebut, hadir Han Yoon-seok, murid baru dari Seoul yang pendiam dan menyimpan latar belakang yang belum terungkap. Se-ri awalnya hanya ingin memanfaatkan bantuannya, tetapi lama-lama ia justru terseret ke dalam kedekatan yang tak masuk dalam rencananya.

Yang Sebenarnya Kusut Bukan Rambutnya

Sisi yang paling saya hargai adalah keseriusan film ini memandang kecemasan tokoh utamanya. Rambut keriting memang kelihatan seperti persoalan ringan, tetapi bagi Se-ri, itu sudah menjelma jadi tembok yang ia bangun sendiri.

Di balik tembok itu, ada keyakinan bahwa dirinya baru pantas dicintai kalau penampilannya sudah sesuai standar. Akhirnya ia berusaha sangat keras untuk mengubah dirinya agar memenuhi standar yang ada.

Se-ri terlalu fokus dengan Kim Hyun, lelaki populer yang ia sukai, sampai tidak sadar bahwa ada Yoon-seok yang menyukai Se-ri apa adanya.

Yoon-seok dengan sikapnya yang pendiam dan cuek tetap berusaha memberikan segala bentuk perhatian yang terbaik pada Se-ri.

Lama-lama, Se-ri sadar bahwa perasaannya telah berlabuh pada Yoon-seok dan bukan Kim Hyun. Menurut saya, di sinilah puncak dari film Love Untangled. Seluruh rencana dan segala usahanya untuk meluruskan rambut berujung pada kesadaran yang sederhana bahwa yang ia cari ternyata sudah lama ada di dekatnya.

Apa Adanya Sudah Cukup

Pada akhirnya, "Love Untangled" mengingatkan kita bahwa urusan hati kadang tidak berjalan sesuai dengan rencana kita. Rambut yang tadinya dianggap sebagai penghalang justru mempertemukan Se-ri dengan orang yang menerima dia apa adanya.

Film ini sangat cocok untuk penikmat kisah remaja yang manis dan tidak dibuat-buat, juga untuk siapa pun yang pernah menunda keberanian demi menunggu versi diri kita yang paling sempurna. Padahal yang kita perlukan hanyalah mencoba berani untuk memulai dengan diri kita yang sekarang.