Konten dari Pengguna

Lagu Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja: Merindu dengan Tuhan

Elis Susilawati

Elis Susilawati

Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elis Susilawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi

"Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja" merupakan lagu yang dibawakan oleh Panji Sakti dan rilis pertama kali di Malaysia sebagai soundtrack sinetron pada tahun 2016. Selanjutnya, lagu ini muncul di berbagai platform musik Indonesia tahun 2020.

Lagu "Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja" memiliki lirik yang singkat, namun padat maknanya. Terdapat sentuhan instrumen yang membuat rasa di dalam lagu ini memuncak dan memiliki tempat khusus di dalam hati pendengar, salah satunya Saya.

Setiap jam dalam satu bulan ini, saya merasa hampa tanpa adanya lagu tersebut. Setiap kata yang ada dalam lirik "Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja" terus beterbangan di kepala, bahkan suara Panji Sakti seperti terputar otomatis di dalam telinga.

Sumber: Dokumen Pribadi

Berikut lirik lagu "Jiwaku Sekuntum Bunga Kemboja".

Jiwaku sekuntum bunga kemboja

Dihempas angin

Didera hujan

Disengat matahari

Dicekam cerita dan

Aku kan mengingatnya

Sebagai cinta yang memahami

Bagaimana pun akhir cerita kita

Sekuntum jiwa yang tak letih

Menyerukan rindu pada Dia

Pemilik Semesta

Melalui lagu tersebut kita dapat merasakan Panji Sakti mengalirkan emosi spiritualnya melalui kata demi kata.

Bermula dari penggambaran diri manusia sebagai sekuntum bunga kemboja. Mengapa Kemboja? Kemboja merupakan suatu simbol kelahiran, kematian, dan sering dijumpai di tanah makam.

Selanjutnya, terdapat filosofi bunga kemboja yang dihempas angin, didera hujan, disengat matahari, dan dicekam cerita. Hal-hal tersebut bagaikan ujian yang menerpa diri manusia, mulai dari yang rumit hingga mudah untuk dicari penyelesaiannya.

Manusia tidak bisa memprediksi masalah apa saja yang akan menempa dirinya. Bahkan, ketika sekarang sedang bahagia, mungkin saja beberapa detik atau menit kemudian akan terjadi sesuatu yang mencengangkan. Dalam kondisi ini, kita hanya dapat terus mengingat Tuhan.

Makna pada bagian reff, yaitu diri manusia sudah bekerja keras menyelesaikan berbagai ujian yang diterima. Manusia selalu berharap hasil terbaik yang diterimanya dengan selalu menyebut nama-Nya.

Setelah menerima ujian, berusaha semaksimal mungkin menyelesaikannya, berdoa memperoleh hasil terbaik, dan yang terakhir adalah berserah diri. Berpasrah terhadap takdir yang sudah ditetapkan Tuhan.

Sumber: Dokumen Pribadi

Melalui lagu ini, kita seolah didekatkan pada Tuhan. Didekatkan dengan cara pilihan katanya yang indah dan penuh makna.

Panji sakti berhasil membuat pendengar merindu pada Tuhan dengan cara terus mengingat nama dan keajaiban-Nya.