Kegiatan Magang Jadi Jurnalis Media, Ngapain Aja?
Tulisan dari Eliza Qouturnada tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Magang menjadi salah satu syarat dalam meraih gelar sarjana di program studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Kesempatan ini digunakan sebaik mungkin bagi penulis (Eliza Qouturnada) untuk mendalami dan mendapat pengalaman sebagai jurnalis.

Menjadi jurnalis di Jawa Pos Radar Mojokerto merupakan pengalaman yang sangat mengesankan. Selama kegiatan magang berlangsung, penulis mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman, dan kenalan. Selama magang, penulis dibimbing langsung oleh pembimbing lapangan yakni Moch. Chariris dan Fransisca Benedicta Avira Citra Pramita, S.I.Kom., M.Med.Kom sebagai dosen pembimbing.
Penulis disini berada di divisi online dan sosial media selama 30 hari masa kerja. Pengalaman yang mengesankan selama magang menjadi jurnalis ialah liputan serta penulisan naskah. Dimana selama kegiatan perkuliahan, hal tersebut masih dilakukan di lingkungan sekitar kampus saja dan tidak terpublish secara luas.
Bisa berinteraksi dengan narasumber dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan menjadikan liputan semakin seru. Ditambah lagi di Radar Mojokerto, konten yang disajikan cukup beragam mulai dari testaria, journey, hingga misteri.
Pengalaman seru lainnya penulis dapatkan saat bisa bekerja sama dengan para redaksi dan teman-teman magang dari kampus lain. Berbagi cerita hingga pengalaman dan pelajaran mengenai jurnalistik, salah satunya. "Pengalam sebagai jurnalis ternyata sangat seru, salah satunya karena kita bisa berinteraksi langsung dengan narasumber apalagi kalau narasumbernya pejabat pemerintahan, itu rasanya pasti deg-degan kalau mau wawancara", ucap penulis. Seru bukan magang sebagai jurnalis?

