Belajar Cengkeh Sejak Dini: Dari Desa, Untuk Masa Depan

Mahasiswi Aktif Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ELLA NURLITA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabupaten Malang - Di tengah kebun-kebun hijau yang membentang di Desa Sidoasri, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Tumbuh satu jenis tanaman yang aromanya khas dan manfaatnya luar biasa: cengkeh. Selama ini, cengkeh mungkin hanya dikenal lewat dapur atau aroma minyak gosok. Tapi di tangan mahasiswa Kelompok 42 KKN FBD FISIP UB yang diselenggarakan di desa Sidoasri, cengkeh kini punya wajah baru — lewat sebuah booklet edukatif yang dirancang khusus untuk anak-anak SDN 05 Tambakasri.
Booklet berjudul “Mengenal Potensi Cengkeh: Desa Sidoasri” hadir sebagai media literasi yang tidak hanya menyenangkan untuk dibaca, tetapi juga membuka wawasan tentang kekayaan desa mereka sendiri. Didesain dengan ilustrasi warna-warni dan bahasa yang ringan, booklet ini mengajak siswa kelas 5 dan 6 SDN 05 Tambakasri mengenal lebih dekat bagian-bagian tanaman cengkeh, cara panennya, hingga manfaatnya untuk ekonomi dan kesehatan.
Menariknya, isi booklet ini tidak asal-asalan. Berdasarkan riset dari jurnal Processes tahun 2023, bunga dan daun cengkeh mengandung eugenol, senyawa aktif yang punya kekuatan antibakteri, antijamur, dan antioksidan tinggi. Kandungannya bahkan bisa mencapai 96% dari total minyak atsiri!
Tidak hanya itu, riset dari Universitas Syiah Kuala juga menunjukkan bahwa minyak cengkeh yang disuling dengan teknik sederhana tetap memiliki kualitas tinggi dan dapat digunakan sebagai produk lokal yang bernilai jual.
Booklet ini kemudian disebarkan ke sekolah dan perpustakaan desa sebagai bahan bacaan edukatif yang bisa digunakan berkali-kali. Harapannya, bukan cuma anak-anak yang belajar mencintai alam sekitarnya, tapi juga muncul kebanggaan baru terhadap desa dan hasil buminya.
Penyusun booklet ini mengatakan bahwa ide pembuatan booklet lahir dari keprihatinan terhadap kurangnya literatur lokal yang mudah dipahami oleh anak-anak.
“Saya ingin anak-anak di desa mengenal potensi lingkungannya sejak kecil, supaya mereka punya rasa bangga dan tanggung jawab terhadap desanya sendiri,” ujar mahasiswi yang sedang menjalani program KKN di Desa Sidoasri itu. “Lewat booklet ini, saya berharap literasi tidak hanya tentang buku, tapi juga tentang tanah tempat mereka tumbuh.”
Lewat langkah kecil ini, literasi tumbuh dari tanah desa. Dari pohon cengkeh, dari semangat belajar anak-anak, dan dari harapan bahwa masa depan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri.
Daftar Pustaka
Abdul Aziz, A. H., Rizkiyah, D. N., Qomariyah, L., Irianto, I., Che Yunus, M. A., & Putra, N. R. (2023). Unlocking the full potential of clove (Syzygium aromaticum) spice: an overview of extraction techniques, bioactivity, and future opportunities in the food and beverage industry. Processes, 11(8), 2453.
Sugiharto, A., Harismah, K., Sekarwati, E., & Widayatno, T. (2024). Techno-economic Review of Isolation of Eugenol from Clove Oil with Batch Distillation. Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan, 19(2), 144-153.
