Konten dari Pengguna

Kulit Berjerawat Dilarang Menggunakan Sunscreen: Hoaks atau Fakta?

Ellis Kusuma Wardani

Ellis Kusuma Wardani

Mahasiswa S1 Kimia Universitas Airlangga

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ellis Kusuma Wardani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Ilustrasi pribadi (Product: Garnier Super UV Protection Sunscreen SPF 50+ PA+++)
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Ilustrasi pribadi (Product: Garnier Super UV Protection Sunscreen SPF 50+ PA+++)

Sebenarnya, sunscreen dapat digunakan pada wajah yang berjerawat.

Jerawat merupakan permasalahan yang memiliki kemungkinan untuk dapat terjadi kepada semua orang. Seseorang yang memiliki jerawat seringkali memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah karena jerawat dianggap sebagai hal yang sangat mengganggu penampilan. Jerawat merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan kronis dengan patogenesis kompleks. Hal ini melibatkan kelenjar sebasea, hiperkeratinisasi folikuler, kolonisasi bakteri berlebihan, reaksi imun tubuh, dan peradangan (Madelina dan Sulistyaningsih, 2018).

Untuk mendapatkan kembali kulit wajah yang bersih tanpa jerawat, tidak sedikit orang yang melakukan segala cara untuk mencapai hal tersebut. Salah satunya dengan menggunakan produk skincare. Saat ini, banyak berbagai macam merek skincare yang telah beredar di pasaran. Mulai dari produk lokal maupun non-lokal yang pada umumnya terdiri atas sabun wajah, toner, pelembab wajah, sunscreen, dan masih banyak lagi. Dari beberapa jenis produk skincare tersebut, sunscreen memiliki peran yang cukup penting dalam rangkaian penggunaan perawatan kulit. Hal ini dikarenakan sunscreen dapat melindungi kulit kita dari paparan sinar UV. Namun, menurut beberapa orang sunscreen tidak boleh digunakan pada wajah yang berjerawat. Benarkah demikian?

Sunscreen: Bolehkah Kulit Berjerawat Menggunakan Sunscreen? Sumber: Picsart @rachel2274 dan @picsartbrasil

Dilansir pada alodokter (31/5/2022) wajah yang berjerawat sangat dianjurkan untuk menggunakan sunscreen pasalnya paparan sinar matahari berpotensi untuk merusak kulit sehingga akan memperparah kondisi kulit yang sedang berjerawat. Hal ini makin didukung dengan fakta bahwa Indonesia merupakan negara tropis yang memperoleh paparan sinar matahari lebih banyak. Paparan dari sinar matahari yang mengandung ultraviolet ini dapat memengaruhi struktur dan komposisi kulit. Efek yang ditimbulkan bermacam-macam, mulai dari rusaknya skin barrier yang menyebabkan kulit menjadi sensitif, pigmentasi, penuaan dini, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, penggunaan sunscreen sangat dianjurkan. Meskipun penggunaan sunscreen ini sangat dianjurkan, kita juga tetap harus berhati-hati dalam memilih maupun menggunakan sunscreen. Sebab penggunaan sunscreen yang kurang tepat juga akan membuat kulit yang berjerawat makin parah. Pasalnya tidak semua merek sunscreen memiliki bahan aktif yang baik untuk kulit berjerawat dan bahkan bisa saja memperparah keadaan kondisi kulit. Beberapa kandungan dalam sunscreen yang dapat memicu munculnya jerawat. Bahan-bahan tersebut, seperti Comedogenic oil dan butter, benzophenones, beeswax, PABA dan beberapa kandungan senyawa kimia yang lain. Tetapi tenang, dilansir melalui Hello Sehat (31/05/2022) berikut ini akan diberikan mengenai beberapa tip dalam memilih sunscreen yang baik untuk jenis kulit berjerawat.

Tip Memilih Sunscreen Untuk Wajah Berjerawat

1. Hindari sunscreen yang bersifat comedogenic.

Sunscreen memiliki 2 sifat, yakni yang bersifat comedogenic dan bersifat non-comedogenic. Untuk wajah yang berjerawat sangat dianjurkan untuk menggunakan sunscreen dengan tipe non-comedogenic. Karena sunscreen yang memiliki sifat comedogenic dikhawatirkan dapat menyumbat pori-pori sehingga akan memperparah kondisi kulit.

2. Memilih sunscreen dengan label melindungi dari sinar UV A dan UV B

Sunscreen memiliki banyak jenis, ada yang hanya memberikan perlindungan terhadap sinar UV A/UV B saja. Untuk orang dengan kulit yang cenderung berjerawat disarankan untuk memilih skincare yang dapat memberikan perlindungan terhadap keduanya. Sebab sinar UV A dan sinar UV B memiliki dampak yang berbeda terhadap kulit. Sinar UV A dapat menyebabkan kerutan di kulit yang disertai dengan noda hitam. Sedangkan sinar UV B dapat menyebabkan kulit mengalami sunburn yang pada akhirnya dapat merusak skin barrier yang ada pada kulit.

3. Memilih sunscreen dengan tekstur paling ringan

Memilih sunscreen di pasaran tentu akan membuat kita makin bingung karena terdapat banyak merek yang menawarkan kualitas dan perlindungan yang sama. Namun dengan jenis kulit yang berjerawat tentunya memerlukan pemilihan yang ekstra, mulai dari jenis, based, komposisi dan bahkan tekstur sunscreen tersebut. Pada kulit yang berjerawat dianjurkan untuk memilih jenis sunscreen yang paling ringan dengan tekstur encer. Hal ini dikarenakan sunscreen yang memiliki tekstur ringan dan encer cenderung mudah untuk diaplikasikan dan tidak menyumbat pori-pori karena residu yang berlebihan.

Nah, penjelasan di atas memberi tahu kita bahwa walaupun kondisi kulit sedang berjerawat bukan berarti tidak boleh menggunakan sunscreen. Pasalnya sunscreen sendiri adalah perlindungan utama bagi kulit kita. Jika kulit kita sedang dalam masalah lalu siapa lagi yang akan melindunginya? Jadi jangan lupakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan ya! tetap harus menggunakan sunscreen.

Referensi:

Farmaku.com, (2020, 17 November), Perbedaan Sinar UV A UV B, Mana yang Lebih Bahaya?, Diakses pada 01 Juni 2022, dari https://www.farmaku.com/artikel/perbedaan-uva-uvb/

Hellosehat.com, (2020, 28 September), 5 Tips Memilih Sunscreen untuk Anda yang Kulitnya Mudah Berjerawat, Diakses pada 31 Mei 2022, dari https://hellosehat.com/sehat/sunscreen-untuk-kulit-berjerawat/

Merdeka.com, (202, 31 Agustus), Takut Jerawatan? Hindari Sunscreen dengan Bahan-Bahan ini, Diakses pada 01 Juni 2022, dari https://www.merdeka.com/gaya/takut-jerawatan-hindari-sunscreen-dengan-bahan-bahan-ini.html

Minerva, P. 2019. “Penggunaan Tabir Surya Bagi Kesehatan Kulit”. Jurnal Pendidikan dan Keluarga. Volume 11 No. 1 Juni 2019.

Misnadiarly, A.S. 2006. “Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kerusakan Kulit”. Cermain Dunia Kedokteran, 152, 43-45.

Tampi, F.E.I, Lydia David, dan H. Opod. 2016. “Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri dengan Jerawat (Acne Vulgaris) Pada Remaja Kelas X-XII IPA SMAN 9 Binsus Manado”. Jurnal e-Biomedik. Vol. 4, No. 1.