Musik di Sekolah, Media Ekspresi yang Jadi Favorit Remaja

Student at SMA Citra Berkat Tangerang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kaneisha Elvira Jutan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musik terbukti punya peran penting dalam kehidupan remaja. Menurut UNESCO, aktivitas seni, termasuk musik, membantu meningkatkan kreativitas sekaligus mengurangi tingkat stres pada pelajar. Hal ini terlihat jelas di sekolah, di mana ruang musik semakin ramai jadi tempat berkumpul siswa.
Setiap pulang sekolah, ruangan musik dipenuhi suara gitar, drum, dan keyboard. Bukan hanya untuk latihan formal, banyak siswa yang datang sekadar jamming santai. Fenomena ini menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah mempererat hubungan sosial di kalangan remaja.
WHO mencatat bahwa kegiatan seni seperti musik bisa mendukung kesehatan mental remaja dengan menurunkan rasa cemas dan meningkatkan suasana hati. Tidak heran jika banyak siswa memilih menghabiskan waktu di ruang musik setelah pelajaran berakhir. Musik menjadi bentuk pelarian yang sehat dari tekanan akademik.
Selain itu, aktivitas ini juga mendorong kreativitas. Studi dari American Psychological Association menjelaskan bahwa anak muda yang aktif dalam seni lebih mudah menemukan solusi kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat saat siswa berkolaborasi menciptakan aransemen baru atau mencoba menulis lagu bersama di ruang musik sekolah.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Keterbatasan ruang dan alat sering kali membuat kegiatan musik di sekolah tidak maksimal. Namun, situasi ini justru memicu semangat kolaborasi karena siswa belajar berbagi fasilitas sekaligus menghargai waktu satu sama lain.
Kesimpulannya, musik di sekolah bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting bagi perkembangan mental, sosial, dan kreativitas remaja. Dengan dukungan yang tepat, ruang musik bisa menjadi pusat lahirnya banyak bakat sekaligus memperkuat ikatan persahabatan di kalangan siswa.
