Konten dari Pengguna

Perebutan Area Perkebunan Melahirkan Peristiwa Djengkol 1961

Ellysa Aulia Rahmi

Ellysa Aulia Rahmi

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Jember

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ellysa Aulia Rahmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penampakan Djengkol dari udara tahun 1947. Sumber: KITLV
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Djengkol dari udara tahun 1947. Sumber: KITLV

Peritiwa Djengkol pada dasarnya merupakan konflik perebutan tata ruang antara pihak Pabrik Perkebunan Penataran Djengkol dengan para petani dan buruh dibawah naungan Partai Komunis Indonesia (PKI). Djengkol sendiri diambil dari nama dimana peristiwa tersebut terjadi, yaitu Dusun Djengkol, Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Konflik ini bermula pada pertengahan tahun 1960-an, tanah dan ladang di sekitaran area perkebunan Djengkol yang sebelumnya kosong (akibat dari peristiwa pengahncuran pada masa Agresi Militer II) mulai dijadikan area bertani oleh masyarakat sekitar. Pada dasarnya masyarakt tidak memiliki kekuasaan hukum atas tanah tersebut karena tidak memiliki sertifikat tanah. Namun karena mereka merasa telah menempati area tersebut sedari lama, maka dianggap sebagai tanah milik pribadi.

Hingga tibalah masa dimana tanah tersebut harus diambil alih oleh pihak Perkebunan Pabrik Penataran Djengkol. Sebenarnya pihak pabrik mampu memberikan kompensasi kepada pihak petani dan buruh, dengan syarat meraka harus segera meninggalkan area perkebunan tersebut. Namun tentu saja hal ini ditentang keras oleh penduduk. Mereka bahkan bergabung dalam kelompok Barisan Tani Indonesia (BTI) dan Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (SARBUPRI) demi memperkuat aliansi.

Respon pihak tani dan buruh yang keras diperparah aksi provokasi dari anggota Partai Politik Indonesia (PKI). Anggota PKI menghasut masyarakat untuk tetap menempati tanah yang telah lama mereka huni. Mereka bahkan menyebarkan isu jika para masyarakat mau melakukan aksi penolakan maka mereka akan mendapatkan bagian tanah yang ada di sekitar perkebunan Djengkol. Hal ini tentu saja semakin mempertegang suasana konflik.

Atas-aksi provokasi dan isu yang semakin menyebar diberbagai wilayah sekitar memunculkan peristiwa-peristiwa genting yang kita kenal Peristiwa Djengkol pada tahun 1961. Terdapat dua peristiwa penting yang mengiringinya, yaitu aksi demo besar besaran yang dilakukan oleh Anggota BTI dan PKI yang terjadi pada 3 November 1961 serta aksi penembakan yang dilakukan oleh ABRI kepada massa BTI dan PKI pada 15 November 1961.

Aksi Demo

Pada kurun waktu 1960 hingga 1961 penduduk dari kalangan petani maupun buruh yang tergabung dalam BTI dan SARBUPRI melakuakn berbagai aksi untuk menolak Undang-Undang Pokok Agraria atau UUPA yang telah di sahkan oleh pemerintah pada tahun 1960. Didalamnya memuat aturan mengenai hak milik tanah, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, hak sewa, hak pembukaan tanah, dan hak memungut hasil hutan. Di Djengkol para petani dan buruh dibantu oleh anggota PKI melakukan berbagai aksi demo untuk menolak aksi pemindahan lahan yang telah lama mereka tempati. Karena aksi provokasi yang dilakukan oleh anggota PKI mengundang banyak masa dari berbagai wilayah di sekitar Kediri seperti Papar, Kanigoro, Lamongan, Nganjuk, Ngawi, Pekalongan, Ponorogo bahkan Tuban untuk mendukung aksi penolakan tersebut.

Bahkan nggota PKI masuk dalam organisasi-organisasi massa. Anggota PKI yang berjenis kelamin laki-laki tergabung dalam BTI sedangkan yang perempuan tergabung dalam Gerakan Wanita Indonesia (GERWANI). Untuk para pemuda PKI masuk dalam kelompok Pemuda Rakyat. Karena kekuatan massa yang semakin banyak dan semakin kuat sehingga memunculkan aksi-aksi demo yang tak terkendali

Aksi Penembakan

Aksi ini terjadi pada 15 November 1961 di Dusun Simbar. Sehari sebelum peritiwa penembakan para anggota PKI telah banyak berkumpul disekitar perkebunan Penataran Djengkol untuk membantu dan memberikan dukungan pada penduduk yang ingin mempertahankan tempat tinggalnya. Selain itu anggota PKI ternyata memiliki tujuan lain, yaikni ingin menguasai ladang perkebunan yang ada disekitar perkebunan Djengkol. Tujuan ini didukung dengan penyebaran isu-isu yang semakin mengobarkan semangat pemberontakan dari kalangan petani dan buruh. Namun disisi lain tetap ada pihak-pihak yang pro dan kontra dalam menganggapi isu tersebut.

Sumber: Setiawan, Heris. 2016. Sejarah Peristiwa PKI di Dusun Djengkol Desa Plosokidul Kediri 1961-1966. Artikel Skripsi. Universitas Nusantara PGRI Kediri.