Konten dari Pengguna

Laporan Keuangan Bukan Sekadar Angka: Transparansi sebagai Fondasi Ekonomi UMKM

Elsa Ria Siagian

Elsa Ria Siagian

Mahasiswi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsa Ria Siagian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di banyak warung, toko kelontong, hingga usaha rumahan, pembukuan masih dianggap urusan yang bisa ditunda. Uang masuk dan keluar dicatat di ingatan, atau di buku tulis yang halamannya entah ke mana. Padahal, di tengah ekonomi yang semakin tidak pasti, kebiasaan ini justru menjadi salah satu penyebab utama usaha kecil sulit naik kelas.

UMKM menyumbang lebih dari separuh produk domestik bruto Indonesia dan menyerap mayoritas tenaga kerja. Namun, sebagian besar pelakunya belum memiliki laporan keuangan yang layak. Akibatnya, mereka kesulitan mengakses kredit perbankan. Bank tidak bisa menilai kemampuan bayar usaha yang tidak punya catatan. Pelaku usaha pun sering terjebak pada pinjaman informal berbunga tinggi.

Masalahnya bukan hanya soal pinjaman. Tanpa pencatatan, pemilik usaha tidak tahu apakah bisnisnya benar-benar untung. Omzet ramai sering dianggap sama dengan laba, padahal biaya bahan baku, sewa, dan tenaga kerja bisa menggerus hampir seluruh pendapatan. Uang pribadi dan uang usaha yang bercampur membuat kondisi ini makin kabur.

Akuntansi sering dipandang rumit dan mahal. Padahal, langkah awalnya sederhana: pisahkan rekening pribadi dan usaha, catat setiap transaksi setiap hari, dan tinjau ringkasannya setiap bulan. Aplikasi pencatatan keuangan gratis yang tersedia saat ini sudah cukup untuk memulai. Yang dibutuhkan bukan keahlian akuntan, melainkan kedisiplinan.

Pada akhirnya, laporan keuangan adalah bahasa kepercayaan. Ia meyakinkan bank, investor, mitra, bahkan pemilik usaha sendiri bahwa bisnis dikelola dengan sehat. Ekonomi yang kuat tidak hanya dibangun oleh perusahaan besar, tetapi oleh jutaan usaha kecil yang tahu persis ke mana uangnya mengalir.

Pemilik warung kelontong di balik meja kasir (kiri) dan rak dagangan di dalam warung (kanan).

Kementerian Koperasi dan UKM, data UMKM, dikutip dari Bisnis.com, "Kontribusi UMKM untuk Ekonomi RI Besar, Tapi.." (ekonomi.bisnis.com, 13 September 2021)

Kontan.co.id, "Menko Ekonomi: UMKM Menyumbang 61% PDB Nasional" (nasional.kontan.co.id, 24 September 2022)

Pusat Penelitian DPR RI, Isu Sepekan (Februari 2022): data UMKM dan kendala penyaluran kredit