Konten dari Pengguna

Optimalisasi Keterampilan Tenaga Kerja Menghadapi MEA

Elsa Triwidia

Elsa Triwidia

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elsa Triwidia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di negara-negara berkembang misalnya Indonesia tenaga kerja merupakan salah satu permasalahan yang tidak asing bagi seluruh masyarakat, karena rata-rata pertumbuhan ekonomi belum bisa mengimbangi pertumbuhan tenga kerja. Kondisi tenaga kerja dan kesempatan kerja di Indonesia saat ini ditandai oleh adanya beberapa masalah pokok hal ini karena struktur penduduk Indonesia yang didominasi oleh penduduk usia muda.

Sementara tenaga kerja Indonesia yang berusia muda mayoritas belum terampil dan kurang pengalaman serta ada beberapa yang berpendidikan rendah. Tingkat keterampilan dan pendidikan tenaga kerja yang masih rendah tersebut merupakan salah satu tantangan yang perlu diatasi terutamanya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Mea). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) “jumlah angkatan kerja mencapai 122,38 juta jiwa dari jumlah tersebut sebanyak 7,56 juta jiwa mengalami pengangguran. Sedangkan jika dilihat dari tingkat pendidikan pengangguran di Indonesia banyak didominasi di tingkat SMA dengan kisaran 10,32% dan SMK dengan kisaran 12,65%.”

Ilustrasi Optimalisasi Keterampilan Tenaga Kerja Menghadapi Mea Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Optimalisasi Keterampilan Tenaga Kerja Menghadapi Mea Foto: Dok.Shutterstock

Fakta ini tentunya menyangkut dengan daya saing tenaga kerja yang dimiliki Indonesia, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) membuat setiap negara di kawasan Asia Tenggara harus siap untuk berkompetisi terutama di sektor ekonomi. Memaknai pasar bebas ASEAN di bidang ekonomi berarti Indonesia secara sumber daya harus mampu mengembangkan dan menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar, siap berkompetisi dalam persaingan global, tenaga kerja harus meningkatkan keahliannya, dan tentunya diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang mendukung untuk menghadapi perubahan.

Sumber daya manusia yang besar merupakan modal dasar pembangunan dalam artian sebagai pelaksana penggerak pembangunan. Jika diarahkan secara efektif dan optimal sumber daya manusia yang mempunyai bakat, beraktivitas, keterampilan, pengetahuan dan kecakapan yang tinggi dapat membantu tercapainya keberhasilan pembangunan oleh karena itu Indonesia perlu di upayakan peningkatan langkah-langkah pengembangan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Pengembangan tenaga kerja salah satunya dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) pemerintah telah menyediakan fasilitas program khusus dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja di seluruh Indonesia bahkan sampai ke daerah-daerah pelosok Indonesia. Pemerintah menargetkan pelatihan terhadap tenaga kerja dapat secara efektif mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Menurut saya dalam program yang diberikan pemerintah dalam peningkatan kualitas tenaga kerja sudah sangat baik, diharapkan tenaga kerja yang dilatih melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dapat memiliki kualitas yang baik, meningkatkan sinergi antar lembaga juga akan bermuara pada peningkatan kompetensi kerja dengan demikian kebutuhan pasar kerja dapat segera terpenuhi oleh angkatan kerja Indonesia yang berdaya saing tinggi terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).